Lapor Bos BGN, Sepekan Terakhir Siswa Keracunan MBG Mendekati Seribu Lho

Lapor Bos BGN, Sepekan Terakhir Siswa Keracunan MBG Mendekati Seribu Lho

Jakarta – Jika dihitung ini sudah yang ke berapa kali, sepertinya orang sudah tidak ingat saking seringnya kejadian keracunan makanan bergizi gratis (MBG). Tapi faktanya masih terus berulang, sementara di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) terkesan lempar tangan menyerahkan tanggungjawab pada dapur atau mitra yang mengelola. Terbaru, di Garut, Jawa Barat dan Banggai, Sulawesi Tengah, jika ditotal siswa keracunan MBG nyaris mendekati 1000 anak.

Kejadian keracunan MBG terjadi sepekan terakhir di beberapa lokasi. Yang pertama, lebih dari 250 siswa SD dan SMA di Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah keracunan MBG, pada Kamis (18/9) pekan lalu.

Menurut data yang dihimpun BGN, korban siswa tercatat meliputi 277 siswa dari SDN Tompudau, SMP Tinangkung, SMA Tinangkung, SMK Tinangkung, dan SD Pembina Salakan.

Dari total tersebut, 32 siswa masih menjalani perawatan di RSUD Trikora, sementara 245 siswa lainnya diperbolehkan pulang tetapi tetap dalam pengawasan tenaga kesehatan.

BGN telah menurunkan tim lapangan untuk memantau kondisi sejumlah anak.

Menurut Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Salakan Banggai Kepulauan, Erick Alfa Handika, dugaan awal pemicu keracunan makanan berkaitan dengan penyajian menu tuna goreng saus.

Sampel makanan saat ini tengah diuji di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Palu.

“Faktor penyebab kemungkinan permasalahan tersebut diduga diakibatkan makanan ikan tuna goreng saus. Terkait dengan sampel makanan diduga penyebab keracunan tersebut dipersiapkan untuk dikirim uji sampel di BPOM Palu,” kata Erick dalam keterangan tertulis, Kamis (18/9).

Erick menambahkan, BGN menegaskan keamanan pangan menjadi prioritas utama dalam program MBG. Pihaknya akan melakukan investigasi menyeluruh, sehingga kejadian yang sama tidak terulang di kemudian hari.

Sementara di daerah Garut Jawa barat, pada Jumat (19/9) di pekan yang sama, jumlah pelajar keracunan MBG lebih masif. Dinas Kesehatan (Dinkes) Garut mengungkapkan data terbaru mengenai pelajar keracunan diduga usai memakan menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Jumlahnya pelajar keracunan saat ini lebih dari 500.

“Hingga saat ini, berdasarkan penelusuran yang kami lakukan, ada 569 orang yang mengalami gejala keracunan,” ujar Kadinkes Garut dr Leli Yuliani.

Leli mengatakan jumlah pelajar ini didapat dari laporan sejumlah sekolah di Garut, yakni dari SMP dan SMA yang berada di bawah satu yayasan yang sama, serta sebuah SD dan Madrasah Aliyah.

“Lokasinya masih di Kecamatan Kadungora,” katanya.

Leli menjelaskan dari jumlah tersebut mayoritas mengalami gejala yang ringan, dan dirawat di rumah masing-masing. Hanya ada sekitar 30 orang yang menjalani rawat inap di Puskesmas.

“Yang menjalani rawat inap, total ada 30 orang. 11 sudah kembali ke rumah, 19 lainnya masih menjalani perawatan,” kata Leli.
Baca dong:Geger Kelas Seks Privat Bule Seharga Ratusan Juta Berujung Dideportasi

Share Here: