
Kunjungan Luar Negeri, Presiden Prabowo: Politik Tetangga Yang Baik
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa kunjungan ke luar negeri yang dilakukannya sebagai bagian memelihara hubungan baik dengan negara sahabat dan memperlihatkan implementasi kebijakan politik luar negeri bebas aktif Indonesia.
“Jadi ada Presiden kayak Pak Jokowi yang jarang keluar negeri, disalahkan. Jokowi tidak pernah keluar negeri, Jokowi tidak peduli politik luar negeri. Saya sering ke luar negeri, ‘Prabowo sering ke luar negeri’, aneh, sebetulnya tidak ada masalah,” kata Presiden Prabowo, Rabu (10/6).
Prabowo menyebut di tengah dinamika global saat ini di mana terjadi konflik di sejumlah wilayah dan hubungan beberapa negara yang tidak harmonis, Indonesia beruntung memiliki warisan dari pendiri bangsa dalam bentuk politik bebas aktif.
Implementasi dari prinsip tersebut, terlihat dari Indonesia yang tetap menjalankan non-blok dan bersahabat dengan semua negara.
“Seribu kawan terlalu sedikit. Satu lawan terlalu banyak. Ini adalah garis yang saya tempuh. Sekarang saya baik sama Presiden Putin, baik saya. Tapi saya baik juga sama Presiden Trump. Di sini saya disalahkan, di situ saya disalahkan. Tapi tidak ada masalah,” ujarnya.
Kepala Negara menyebut bahwa ketika mendapatkan undangan dari negara-negara sahabat, tidak mungkin dirinya menolak mengingat prinsip bebas aktif yang dipegang oleh Indonesia.
“Untuk membela kepentingan rakyat, memang kita harus memelihara hubungan baik dengan semua pemerintah itu. Makanya saya katakan politik Indonesia adalah politik tetangga yang baik,” jelas Prabowo.
Baca:Usai Disentil Dino Pati Djalal, Prabowo Terima Surat Kredensial 8 Dubes



