Kantor Gojek Digeledah, Ratusan Dokumen Disita!

Kantor Gojek Digeledah, Ratusan Dokumen Disita!

Jakarta – Kejaksaan Agung menyita ratusan dokumen dan alat bukti elektronik dari hasil penggeledahan di Kantor Gojek Tokopedia (GoTo) yang berlokasi di Jalan Melawai Blok M, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Harli Siregar mengatakan bahwa penyidik pada Jaksa Agung Muda nidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) telah menggeledah kantor itu untuk mencari alat bukti lain kasus tindak pidana korupsi pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek.

“Memang benar ada penggeledahan dan sudah disita banyak dokumen dan alat bukti elektronik,” tutur Harli di Jakarta, Jumat (11/7/2025).

Barang bukti yang diamankan tim penyidik, berupa dokumen, surat-surat, dan alat elektronik, seperti flashdisk. Saat ini, penyidik tengah memverifikasi dan mendalami barang bukti yang disita itu.

Harli berharap barang bukti yang diamankan penyidik Kejagung tersebut bisa membuat perkara korupsi pengadaan Chromebook semakin terang-berderang sekaligus untuk mencari tersangka baru.

“Jadi kita harapkan bahwa dengan berbagai barang bukti yang sudah disita ini bisa bikin tindak pidana yang sedang disidik semakin terang ya,” katanya.

Meskipun demikian, Harli mengatakan bahwa pihaknya belum bisa menjelaskan sejauh mana posisi GoTo di dalam kasus dugaan korupsi pengadaan chromebook ini.

“Nanti kita tunggu seperti apa hasilnya,” ujar Harli.

Kejaksaan Agung kini tengah menyidik perkara dugaan korupsi dalam pengadaan Chromebook di Kemendikbudristek pada tahun 2019—2022. Penyidik mendalami dugaan pemufakatan jahat oleh berbagai pihak dengan mengarahkan tim teknis agar membuat kajian teknis dalam pengadaan bantuan peralatan yang berkaitan dengan pendidikan teknologi pada tahun 2020.

“Supaya diarahkan pada penggunaan laptop yang berbasis pada sistem operasi Chrome,” katanya.

Padahal, penggunaan Chromebook bukanlah suatu kebutuhan. Sebab, pada tahun 2019 telah dilakukan uji coba penggunaan 1.000 unit Chromebook oleh Pustekom Kemendikbudristek dan hasilnya tidak efektif. Dari pengalaman itu, tim teknis merekomendasikan sistem operasi Windows. Namun, Kemendikbudristek mengganti kajian itu dengan kajian baru yang merekomendasikan untuk menggunakan operasi sistem Chrome.

Dari sisi anggaran, Harli mengatakan bahwa pengadaan itu menghabiskan dana sebesar Rp9,982 Triliun. Dana hampir puluhan triliun tersebut terdiri atas Rp3,582 Triliun dana satuan pendidikan (DSP) dan sekitar Rp6,399 Triliun berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Baca dong: Diperiksa 12 Jam, Nadiem Apresiasi Penyidik Kejaksaan Agung

Share Here: