
Jet Tempur AS Ditembak Jatuh Rudal Kawan Sendiri
Jakarta – Jet tempur milik Amerika Serikat (AS), F/A-18 Hornet, ditembak jatuh di atas Laut Merah dalam insiden friendly fire atau ditembak kawan sendiri. Peristiwa itu terjadi pada pekan lalu, demikian berita yang dimuat BBC Internasional sebagaimana dipantau hari ini, Rabu (1/1/2025).
Pelakunya penembakan pada pesawat nahas itu adalah kapal penjelajah berpeluru kendali milik Paman Sam sendiri, USS Gettysburg. USS Gettysburg merupakan bagian dari skuadron serang Kapal Induk USS Harry S Truman, yang tengah beroperasi di perairan itu.
“Insiden itu terjadi setelah AS melakukan serangkaian serangan udara terhadap lokasi penyimpanan rudal dan fasilitas komando di ibu kota Yaman, Sanaa, yang dioperasikan oleh kelompok militan Houthi yang didukung Iran,” tulis BBC Internasional.
Menurut Komando Pusat AS, serangkaian serangan itu berhasil mengenai beberapa pesawat nirawak Houthi dan rudal jelajah antikapal di atas Laut Merah.
Sementara itu, dalam sebuah pernyataannya, Komando Pusat AS mengonfirmasi tentang insiden friendly fire di atas Laut Merah itu. “USS Gettysburg secara keliru menembaki dan mengenai F/A-18, yang terbang dari USS Harry S Truman,” demikian pernyataan mereka.
Tidak jelas apakah jet tempur yang jatuh itu terlibat dalam operasi Yaman. Namun menurut sumber militer AS, mereka sempat mengatakan menyerang beberapa kendaraan udara tanpa awak atau pesawat nirawak Houthi dan rudal jelajah antikapal di atas Laut Merah dengan menggunakan “aset Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS, termasuk F/A-18.
Sebelumnya Komando Pusat AS mengatakan bahwa serangan terhadap sasaran di Sanaa bertujuan untuk mengganggu dan melemahkan operasi kelompok militant Houthi. Sebab, selama ini Yaman itu sering menyerang kapal perang Angkatan Laut AS dan kapal dagang di Laut Merah Selatan, Bab al-Mandeb, dan Teluk Aden.
Houthi, mulai menyerang kapal-kapal Israel dan internasional tak lama setelah dimulainya perang Gaza pada Oktober 2023, dengan mengatakan bahwa mereka bertindak sebagai bentuk solidaritas mereka kepada Palestina.
Sejak November 2023, serangan rudal Houthi telah menenggelamkan dua kapal di Laut Merah dan merusak kapal-kapal lainnya.



