
Jendela Pesawat Ryanair Lepas Saat Terbang, Satu Penumpang Nyaris Terhisap Keluar Kabin
Sebuah pesawat Boeing 737 milik Ryanair Holdings Plc terpaksa melakukan pendaratan darurat di Yunani pada Jumat pagi (11/7/2026), setelah salah satu jendela kabin lepas tak lama usai lepas landas. Insiden tersebut menimbulkan kepanikan di dalam pesawat lantaran satu penumpang dilaporkan sempat terhisap sebagian ke luar kabin.
Pihak Ryanair dalam pernyataannya membenarkan bahwa jendela kabin lepas saat pesawat dalam penerbangan, dan satu penumpang menerima pertolongan medis setelah pesawat mendarat di Thessaloniki, kota asal keberangkatan pesawat tersebut. Maskapai tidak mengungkapkan identitas penumpang maupun penyebab pasti lepasnya jendela.
Kantor berita Athens News Agency melaporkan bahwa satu penumpang sempat tertarik keluar melalui jendela yang terbuka dan berhasil ditahan oleh penumpang lain serta sabuk pengamannya. Stasiun penyiaran negara ERT menyebut jendela lepas setelah sebuah pecahan komponen dari mesin yang bermasalah menghantam bagian samping badan pesawat.
Menurut Ryanair, pesawat baru saja lepas landas dari Thessaloniki dan dalam perjalanan menuju Memmingen, Jerman, ketika insiden terjadi. Sebuah pesawat pengganti kemudian diterbangkan untuk membawa para penumpang menuju tujuan awal mereka.
Boeing menyatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Ryanair terkait insiden ini. Mesin pesawat 737NG yang dikirim pada 2008 tersebut diproduksi oleh CFM International Inc., perusahaan patungan antara General Electric Co. dan Safran SA asal Prancis. CFM menyatakan tengah mendampingi maskapai dan siap membantu proses investigasi.
Mantan kepala investigasi kecelakaan Badan Penerbangan Federal AS (FAA), Jeff Guzzetti, memperkirakan proses penyelidikan penuh atas insiden ini bisa memakan waktu hingga satu tahun, meski tim investigasi kemungkinan sudah mendapat gambaran awal dalam dua hingga tiga hari ke depan. Guzzetti menduga ada masalah pada komponen struktural di sekitar mesin yang terlepas, mengingat kejadian serupa pernah terjadi pada pesawat Boeing 737 maupun 777.
Kerusakan struktural pada bagian badan pesawat seperti jendela atau pintu tergolong sangat jarang terjadi saat pesawat mengudara. Insiden paling mencolok dalam beberapa tahun terakhir adalah lepasnya panel pintu (door plug) pesawat Boeing 737 milik Alaska Air Group Inc. di tengah penerbangan akibat kesalahan proses perakitan, yang kemudian memicu krisis berkepanjangan bagi produsen pesawat asal Amerika Serikat tersebut.
Pada 2018, pesawat milik Southwest Airlines Co. juga pernah melakukan pendaratan darurat setelah salah satu jendelanya retak, dua pekan setelah insiden serupa pada pesawat lain yang menewaskan seorang penumpang akibat terhisap keluar dari jendela yang pecah.
Guzzetti menyoroti perbedaan penting antara insiden Ryanair dan kasus Southwest tersebut, yakni ketinggian pesawat saat kejadian berlangsung. Jendela pesawat Ryanair pecah saat pesawat berada di ketinggian sekitar 15.000 kaki, jauh lebih rendah dibanding pesawat Southwest yang terbang di ketinggian lebih tinggi sehingga menghasilkan perbedaan tekanan udara yang jauh lebih besar dan berujung fatal.
Ryanair, maskapai berbiaya rendah terbesar di Eropa, mengoperasikan armada seluruhnya berjenis Boeing dengan lebih dari 600 unit pesawat, ditambah 300 unit Boeing 737 Max 10 yang masih dalam pemesanan. Jendela pada pesawat 737 umumnya berukuran 10 x 14 inci.



