
John Herdman Kecewa Klub Luar Negeri Tak Lepas Pemain Diaspora di TC Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan kekecewaannya lantaran sejumlah klub luar negeri masih enggan melepas pemain diaspora untuk mengikuti pemusatan latihan (TC) jelang ASEAN Championship 2026. TC yang berlangsung di Bali United Training Center, Gianyar, sejak 5 Juli itu dijadwalkan berakhir pada 20 Juli 2026, sebelum turnamen bergulir mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
Herdman memanggil 50 pemain untuk mengikuti fase pertama TC. Dari jumlah tersebut, 45 pemain berasal dari kompetisi domestik Super League, dengan Persib Bandung dan Persija Jakarta masing-masing menyumbang 11 pemain.
Sementara itu, hanya lima pemain diaspora yang masuk daftar panggilan, yakni Justin Hubner, Mathew Baker, Tim Geypens, Marselino Ferdinan, dan Mitchel Baker. Dari kelima nama itu, hanya Tim Geypens yang sudah tidak terikat kontrak dengan klubnya, FC Emmen, sehingga bisa langsung bergabung.
Herdman mengapresiasi klub-klub yang bersedia melepas pemainnya, namun ia berharap lebih banyak klub luar negeri memberi izin mengingat saat ini masih masa pramusim. Ia menilai periode pramusim seharusnya memberi ruang bagi pemain untuk membela timnas sebelum kembali ke klub masing-masing.
“Bahkan beberapa klub luar negeri tidak bersedia melepas pemain mereka. Saya sedikit kecewa karena mereka sebenarnya masih berada dalam masa pramusim,” kata Herdman.
Salah satu pemain yang gagal bergabung akibat tidak mendapat izin klub adalah Luke Vickery. Pemain Macarthur FC yang masuk rencana naturalisasi itu batal mengikuti TC karena klubnya tidak memberikan izin, meski Herdman menilai ASEAN Championship bisa menjadi pengalaman penting bagi pemain muda tersebut.
Di sisi lain, hingga Jumat, 10 Juli 2026, sebanyak 23 pemain telah mengikuti fase pertama latihan, di antaranya Nadeo Argawinata, Thom Haye, Mauro Zijlstra, Eliano Reijnders, Beckham Putra, Cahya Supriadi, dan rekrutan anyar Persib Bandung, Sandy Walsh. Sementara itu, Shayne Pattynama masih menjalani program pemulihan terpisah bersama tim fisioterapi dan kondisinya terus dipantau agar bisa segera kembali berlatih penuh.
Herdman menyebut ada dua target utama selama TC di Bali, yakni mengembalikan kondisi fisik pemain yang sempat menurun usai kompetisi domestik berakhir, serta membangun atmosfer persaingan sehat di dalam skuad.
“Prioritas kami adalah membangun kembali fondasi kebugaran pemain. Sebagian besar baru menyelesaikan musim kompetisi dan menikmati masa istirahat yang cukup panjang. Karena itu, kami harus memastikan mereka kembali berada dalam kondisi terbaik sebelum Piala AFF dimulai sekitar dua setengah pekan lagi,” ujar Herdman.
Herdman menegaskan belum ada pemain yang aman dari evaluasi selama TC berlangsung. Ia bahkan memberi sinyal akan ada wajah baru yang bergabung pada pekan depan, sementara beberapa pemain berpotensi tersingkir jika gagal memenuhi standar yang ditetapkan tim pelatih.
“Pada fase berikutnya kemungkinan akan ada pemain baru yang bergabung. Di sisi lain, ada juga pemain yang mungkin tidak melanjutkan ke tahap selanjutnya. Kami sengaja memberikan intensitas latihan fisik yang tinggi sekaligus menciptakan persaingan sejak hari pertama agar setiap pemain terus berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya,” jelas Herdman.
Di ASEAN Championship 2026, Timnas Indonesia tergabung di Grup A bersama Vietnam, Kamboja, Timor Leste, dan Singapura.



