
Fix, 833 Dapur MBG Yang Ditutup Permanen Tak Diganti Rugi
Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) menutup permanen total 833 dapur pengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala BGN Sudaryono menyebutkan dapur itu tak mendapatkan ganti rugi.
Keputusan penutupan menurut Kepala BGN Sudaryono, disebabkan beberapa faktor yang dianggap fatal.
Dari total 833, perinciannya dapur yang ditutup tersebut terdiri dari 98 dapur di wilayah I Sumatra, 311 dapur di wilayah II Jawa dan Madura, dan wilayah III sebanyak 424 dapur. Sudaryono menegaskan bahwa dapur yang ditutup permanen tersebut tidak akan dibayar ganti rugi oleh pemerintah.
“dulu kan di-suspend tapi tetap dibayar. Kalau ini sudah suspend, tutup, enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspend karena pelanggaran,” kata Sudaryono, di Jakarta, Senin (27/7).
Sudaryono menekankan alasan utamanya adalah persoalan higienis.
“Jadi dapur di suspend terkait higienis, keracunan, kualitas tidak memenuhi standar dan tidak baik,” tambahnya.
Di sisi lain, Kepala BGN tetap memastikan penerima manfaat dari dapur yang ditutup permanen tetap mendapatkan MBG.
“Kita pastikan, usahakan bisa dicover,” imbuhnya.
Baca:Dilantik Prabowo, Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Tak Ada Lagi Rapat Rahasia Di Program MBG



