
Dzikir Pagi, Muhammad Ayat 24: Mukmin Menghayati Ajaran Allah Dalam Al-Quran Sebagai Petunjuk Kecuali Terkunci
Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat Muhammad Ayat 24. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.
Surat Muhammad Ayat 24:
اَفَلَا يَتَدَبَّرُوْنَ الْقُرْاٰنَ اَمْ عَلٰى قُلُوْبٍ اَقْفَالُهَا
Arab Latin: Afalā yatadabbarūnal-qur’āna am ‘alā qulūbin aqfāluhā.
Artinya: Tidakkah mereka merenungkan Al-Qur’an ataukah hati mereka sudah terkunci?
Tafsir Ringkas Kemenag:
Pada ayat yang lalu Allah mengecam orang munafik yang selalu membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan silaturrahmi. Kecaman itu mash dilanjutkan pada ayat ini, Allah melanjutkan kecamannya dengan menyatakan, Maka tidakkah mereka, orang-orang munafik itu, menghayati Al-Qur’an, yakni tidak merenungkan atau memikirkan Al-Qur’an? Ataukah hati mereka sudah terkunci sehingga tidak dapat memahami petunjuknya? Pertanyaan yang mengandung kecam-an itu menegaskan bahwa orang munafik itu tidak mau memperhatikan petunjuk Al-Qur’an, atau tidak memahaminya, karena hati me-reka telah terkunci.
Wallohu A’lam Bishowab.



