
Dzikir Pagi, Al-Mukminun Ayat 18: Tidak Kurang Tidak Lebih, Allah Kasih Takaran Yang Pas Buat Makhluk Hidupnya
Jakarta – Kita sebagai umat muslim beruntung memiliki mukjizat agung yakni Al-quran, yang menjadi petunjuk dan pegangan kita dalam perilaku keseharian. Dalam kandungan surat dan setiap ayatnya, memiliki makna agung yang jika diimani dan dipraktekkan dengan benar, insyaAllah jadi tuntunan hidup paling mulia. Salah satunya adalah Surat Al-Mukminun Ayat 18. Apa dan bagaimana makna ayat ini, berikut tafsir selengkapnya.
Surat Al-Mukminun Ayat 18:
وَاَنْزَلْنَا مِنَ السَّمَاۤءِ مَاۤءًۢ بِقَدَرٍ فَاَسْكَنّٰهُ فِى الْاَرْضِۖ وَاِنَّا عَلٰى ذَهَابٍۢ بِهٖ لَقٰدِرُوْنَ ۚ
Arab Latin: Wa anzalnā minas-samā’i mā’am biqadarin fa askannāhu fil-arḍ(i), wa innā ‘alā żahābim bihī laqādirūn(a).
Artinya: Kami turunkan air dari langit dengan suatu ukuran. Lalu, Kami jadikan air itu menetap di bumi dan sesungguhnya Kami Maha Kuasa melenyapkannya.
Tafsir Ringkas Kemenag:
Dan di antara bentuk pemeliharaan Kami adalah bahwa Kami turunkan air tawar dalam berbagai bentuk, dari yang cair hingga butiran es, dari langit dengan suatu ukuran bagi makhluk ciptaan Kami; lalu untuk memudahkan pemanfaatannya, Kami jadikan air itu menetap dan tersimpan di bumi, dan pasti Kami berkuasa pula untuk melenyapkannya, namun Kami tidak melakukannya karena rahmat Kami kepada para makhluk.
Lalu Allah menurunkan dari langit air hujan dengan kadar yang diperlukan, tidak terlalu lebat sehingga menimbulkan bencana banjir dan tidak terlalu sedikit sehingga cukup untuk mengairi kebun-kebun yang memerlukannya.
Wallohu A’lam Bishowab.



