
Data BNPB Catat 91 Korban Jiwa Gempa NTT
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan hingga Minggu (23/8) total jumlah korban jiwa akibat gempa bumi yang menimpa Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 91 jiwa.
“hingga pukul 16.00 WIB Minggu 23 Agustus, jumlah korban meninggal sebanyak 91 jiwa atau bertambah 4 jiwa dari hari sebelumnya. Dengan rincian Manggarai 32 jiwa, Manggarai Timur 31 jiwa, Sikka 6 jiwa, Ende 2 jiwa, Manggarai Barat 1 jiwa, Nagekeo 14 jiwa, Ngada 5 jiwa,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8).
Dari segi jenis kelamin, terdapat 40 korban jiwa berjenis kelamin laki-laki, 48 korban jiwa berjenis kelamin perempuan, dan tiga korban lainnya masih dalam tahap identifikasi. Sedangkan berdasarkan kelompok umur, 39 korban meninggal merupakan lansia, 4 batita, 1 balita, 12 anak dan remaja, 35 dewasa.
Berdasar data yang diterima BNPB, 51 persen korban dinyatakan meninggal disebabkan dampak langsung dari gempa seperti tertimpa reruntuhan bangunan, sedangkan sisanya sebanyak 49 persen disebabkan dampak tidak langsung.
Berton menyampaikan jumlah pengungsi akibat gempa bumi di NTT saat ini bertambah menjadi 161.084 jiwa.
“Saat ini data pengungsi yang ada pada kami bertambah lagi menjadi 161.084 jiwa. Adapun tiga kabupaten tertinggi adalah kabupaten Manggarai (46.519 jiwa), Nagekeo (34.256 jiwa), dan Manggarai Timur (31.372 jiwa),” ujarnya.
Total bantuan yang sudah didistribusikan mencapai 271 ton dengan sembilan sorti (satuan pemberangkatan armada angkut) dan satu kapal laut untuk mengangkut dukungan logistik.
Secara kumulatif sejak 15 hingga 23 Agustus, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sorti penerbangan dan satu kapal laut.



