Bukan Cuma Di Daerah, 252 Siswa Di Jaktim Keracunan MBG

Bukan Cuma Di Daerah, 252 Siswa Di Jaktim Keracunan MBG

Jakarta – Ini bukti kalau kejadian keracunan MBG alias Makan Bergizi Gratis bisa menimpa siapa saja, tidak hanya terjadi di daerah. Terbaru, dan terjadi justru di Jakarta. Peristiwa keracunan itu menimpa 252 siswa di Pulogebang, Jakarta Timur. Waduh kok bisa

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat sebanyak 252 siswa mengalami gejala diduga keracunan MBG di wilayah Pulogebang, Jakarta Timur. Dugaan sementara, sumber masalah berasal dari menu MBG yang disantap yakni pangsit isi tahu yang disebut memiliki rasa masam.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan pihaknya telah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) Pulogebang.

“Bentuk pembinaan dan pengawasan melalui inspeksi kesehatan lingkungan, pelatihan bagi penjamah makanannya dan penerbitan SLHS,” kata Ani di Jakarta, Sabtu (9/5).

Gejala keracunan MBG itu diketahui terjadi pada jumat (8/5).

Dinkes DKI bersama Dinas Pendidikan mendata laporan dari orang tua siswa. Dari total 252 laporan, sebanyak 188 siswa mengakses fasilitas kesehatan dan 26 siswa masih menjalani perawatan hingga hari ini.

“Diduga dari pangsit isi tahu, karena rasanya masam. Pemeriksaan laboratorium baru keluar paling cepat Selasa depan,” jelas Ani.

Adapun para siswa yang menjalani perawatan tersebar di sejumlah rumah sakit, yakni RS Citra Harapan Bekasi sebanyak 12 pasien, RS Ananda 3 pasien, RSI Pondok Kopi 2 pasien, RS Resti Mulya 2 pasien, RS Firdaus 4 pasien, RSI Sukapura 2 pasien, dan RS Pekerja 1 pasien.

Ani juga membeberkan SPPG tersebut mulai beroperasi sejak 31 Maret 2026. Berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN), pengelola diberikan waktu tiga bulan untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

Baca:Setelah Kampus, 36 Dapur MBG Di Lapas Siap Beroperasi Akhir Mei Ini

Share Here: