
Bos AI Meta Prediksi 5 Tahun ke Depan: Kecerdasan Super Bisa Ubah Dunia Manusia
Jakarta – Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, memprediksi bahwa lima tahun ke depan akan menjadi periode penting bagi perkembangan kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, kemunculan superintelligence atau kecerdasan super berpotensi membawa terobosan besar dalam sejarah manusia.
Dalam sebuah podcast, Wang mengatakan bahwa AI tingkat lanjut bisa mendorong penemuan besar di berbagai bidang, seperti medis, fisika, hingga sains secara umum. Ia bahkan menyebut, penemuan yang dihasilkan AI di masa depan bisa menjadi salah satu yang paling berpengaruh sepanjang peradaban manusia.
Alexandr Wang baru bergabung dengan Meta sekitar tujuh bulan lalu. Ia kini memimpin Meta Superintelligence Labs, sebuah tim khusus yang dibentuk untuk mempercepat pengembangan AI canggih dan mengejar ketertinggalan dari pesaing seperti Google dan OpenAI.
Meta Serius Kembangkan Kecerdasan Super
Meta saat ini sangat agresif dalam mengembangkan teknologi AI. Dengan lebih dari 3,5 miliar pengguna aktif harian dari berbagai platform media sosial dan pesan instan, Meta memiliki keunggulan besar dalam menyebarkan teknologi baru secara cepat ke seluruh dunia.
Wang menjelaskan bahwa Meta ingin menggabungkan riset dan produk dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Artinya, hasil riset AI langsung diterapkan ke produk yang digunakan masyarakat luas.
Salah satu fokus Meta adalah pengembangan personal superintelligence, yaitu AI yang berfungsi sebagai asisten pribadi digital. AI ini dirancang untuk selalu aktif, memahami kebiasaan, tujuan, dan kebutuhan pengguna dalam kehidupan sehari-hari. Teknologi ini nantinya tidak hanya hadir di ponsel, tetapi juga di perangkat wearable seperti kacamata pintar.
Menurut Wang, perangkat seperti kacamata pintar saat ini sebenarnya hanya tinggal menunggu pembaruan perangkat lunak untuk menjadi alat yang sangat canggih dan membantu aktivitas manusia.
AI Harus Bisa Dipercaya
Meski optimistis, Wang menegaskan bahwa pengembangan AI harus dilakukan secara bertanggung jawab. Ia menyebut, Meta bekerja sama dengan para ahli seperti filsuf dan psikolog agar AI yang dikembangkan memiliki perilaku yang aman dan bisa dipercaya.
Ia juga memuji kepemimpinan CEO Meta, Mark Zuckerberg, yang dinilainya cepat membaca perubahan teknologi dan mampu mengubahnya menjadi produk nyata.
Meta sendiri telah menginvestasikan dana besar untuk pengembangan AI, mulai dari infrastruktur, perekrutan talenta, hingga komputasi. Namun, fokus utama perusahaan tetap pada pengembangan jangka panjang dan menciptakan teknologi yang sulit ditiru oleh pesaing.
Baca dong: Samsung Galaxy S26 Resmi Meluncur, Hadirkan Privacy Screen Dan AI Lebih Cerdas


