
Banjir Yang Menenggelamkan 13 Desa Di Konawe Utara Surut
reporter-channel – Banjir yang menenggelamkan 13 desa di Kecamatan Andowia dan Asera, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Utara, pada Selasa (30/7/2024) pukul 05.26 WITA telah surut.
Banjir disebabkan oleh luapan air Sungai Anggomate dan Lambudoni akibat hujan yang turun dengan intensitas tinggi sepanjang hari. Ketinggian air mencapai 80 Cm, namun malam harinya mulai surut. Akibatnya, sebanyak 1.812 orang kebanjiram dan sebagian terpaksa mengungsi ke tempat yang aman dari banjir.
Meski pada Rabu pagi (31/7/2024) 2 dari 13 desa di Kecamatan Andowia masih terendam banjir setinggi 50 Cm, kini ketinggian air di Desa Labungga dan Desa Laronanga mulai surut.
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, banjir merendam 1.252 rumah di 13 desa.
“Kerugian materil yang diakibatkan banjir ini antara lain sebanyak 1.252 unit rumah, 1 unit sekolah SD 6 Andowia, lahan dan empang siap panen seluas 3,4 hektar,” ucapnya.
Menurutnya, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kabupaten Konawe Utara, TNI, POLRI, Basarnas, Satpol, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Perhubungan, dan Forum PRB setempat melakukan penanganan darurat di lapangan.
Selain itu tim gabungan juga bersama warga mulai membersihkan lingkungan dari sisa-sisa banjir. Adapun kebutuhan mendesak yang perlu segera ditangani antara lain bantuan permakanan dan sarana air bersih untuk pembersihan rumah warga.
BNPB terus mengimbau warga masyarakat khususnya di Kabupaten Konawe Utara untuk selalu waspada terkait potensi risiko banjir susulan. Sebagai langkah mitigasi terjadinya banjir serupa, warga dapat melakukan pembersihan drainase sekunder di sekitar rumah.



