4 WNI Awak Kapal Diculik, Kemlu Minta Bantuan Otoritas Gabon

4 WNI Awak Kapal Diculik, Kemlu Minta Bantuan Otoritas Gabon

Jakarta – Penyerangan dan penculikan awak kapal di laut afrika kembali terjadi, termasuk diantaranya menimpa warga negara Indonesia (WNI). 4 orang WNI awak kapal penangkap ikan diculik kelompok penyerang bersenjata di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah. Pihak Kementerian Luar Negeri (Kemlu) meminta bantuan otoritas pemerintah Gabon.

Kemlu RI telah berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memastikan keselamatan korban.

“KBRI di Yaounde, Kamerun, yang wilayah akreditasi kerjanya merangkap Gabon, telah berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Liberville (ibu kota Gabon),” kata Jubir Kementerian Luar Negeri Vahd Nabyl, Selasa (13/1).

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1) pekan lalu, dimana kelompok bajak laut menculik sembilan orang pelaut, 4 diantaranya merupakan WNI yang merupakan awak kapal. Pihak KBRI meminta bantuan ke otoritas Gabon untuk membantu penyelamatan WNI korban penculikan.

“KBRI juga mengupayakan permohonan bantuan Pemerintah Gabon untuk dukungan bantuan dan keselamatan bagi para WNI tersebut,” katanya.

Kemlu belum dapat menyampaikan informasi lebih rinci terkait hal itu, Kemlu meminta masyarakat mengikuti perkembangan.

Kelompok penyerang bersenjata menaiki kapal penangkap ikan di lepas pantai Gabon. Mereka lalu menculik sembilan orang pelaut, 4 diantaranya merupakan WNI yang merupakan awak kapal berbendera Gabon.

“Serangan ini, yang dilakukan oleh tiga orang bersenjata, menyebabkan penculikan sembilan awak kapal, termasuk lima warga negara Tiongkok dan empat warga negara Indonesia,” kata kepala staf angkatan laut Hubert Bekale Meyong dilansir AFP.

“Kapal penangkap ikan IB Fish 7, yang mengibarkan bendera Gabon, menjadi korban serangan perompak saat sedang menangkap ikan sekitar tujuh mil laut barat daya Ekwata, di perairan Gabon,” tambahnya.

Sementara enam pelaut lainnya yang berkewarganegaraan Indonesia, Tiongkok, dan Burkina Faso tetap berada di atas kapal.

Pihak berwenang Gabon menemukan kapal pukat tersebut sebelum dikawal ke pelabuhan Libreville. Saat ini otoritas Gabon melakukan penyelidikan atas insiden itu.

Kejadian itu merupakan aksi pembajakan terbaru di Teluk Guinea, yang membentang lebih dari 5.700 kilometer (3.500 mil) dari Senegal hingga Angola di lepas pantai barat Afrika.
Baca:John Herdman Resmi Jabat Pelatih Baru Timnas Indonesia

Share Here: