
17 Hari Hilang di Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Ditemukan
Pemalang – Kabar duka datang dari operasi pencarian pendaki di Gunung Slamet. Syafiq Ridhan Ali (18 thn), pendaki asal Magelang yang dilaporkan hilang selama 17 hari, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (14/1/2026) pukul 10.49 WIB.
Jasad Syafiq ditemukan oleh tim relawan di area yang dikenal sulit dijangkau, tepatnya di Pos 7 atau area Watu Langgar, lereng puncak sebelah selatan Gunung Slamet. Titik ini berada di antara jalur pendakian Gunung Malang dan Baturraden.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengonfirmasi bahwa penemuan terjadi pada hari ke-17 pencarian mandiri oleh relawan, setelah operasi SAR resmi sempat ditutup beberapa hari sebelumnya.
Meski lokasi sudah ditemukan, tim evakuasi menghadapi tantangan berat berupa cuaca ekstrem. Hujan deras yang mengguyur kawasan puncak disertai kabut tebal membuat pergerakan tim SAR gabungan menjadi sangat terbatas.
Berdasarkan informasi dari lapangan, jasad korban ditemukan dalam kondisi yang masih mengenakan perlengkapan mendaki lengkap, termasuk jaket hitam. Tim relawan memastikan identitas korban adalah Syafiq Ali setelah menemukan dompet berisi STNK motor miliknya di lokasi kejadian.
Berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi jasad sudah mulai mengalami dekomposisi. Tim medis menduga Syafiq telah meninggal dunia sekitar 5 hingga 7 hari sebelum ditemukan.
Posisi jasad yang berada di area lembah dekat aliran sungai kecil (Lembarang) mengindikasikan bahwa setelah tersesat, korban sempat berusaha bertahan hidup dengan mencari sumber air. Penyebab kematian diduga kuat akibat kelelahan ekstrem dan hipotermia di tengah cuaca gunung yang tidak menentu.
Kronologi Singkat
Syafiq Ridhan Ali yang merupakan warga Kramat Utara, Magelang, dilaporkan hilang sejak Jumat (27/12/2025). Ia mendaki melalui jalur Dipajaya, Desa Clekatakan, bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran.
Di tengah perjalanan, keduanya terpisah karena Himawan mengalami kram kaki. Syafiq memutuskan turun lebih dulu untuk mencari bantuan. Sayangnya, Syafiq justru hilang arah dan terjebak di tengah rimbunnya hutan Gunung Slamet.
Keberhasilan penemuan jasad Syafiq ini tak lepas dari kegigihan ratusan relawan yang tetap bertahan di gunung meskipun operasi resmi telah berakhir. Adapun tim SAR gabungan yang melakukan pencarian terdiri dari Wanadri, Mayapada, UPL MPA UNSOED, Wikupala, APGI, Mapala Batik, Mapala Kanpas, Komunitas Rapi.


