
Warganet Marah Besar Pertalite Dioplos Jadi Pertamax
Jakarta – Kasus pertalite dioplos menjadi pertamax menghebohkan Indonesia dan memancing kemarahan netizen. Di media sosial X, mayoritas netizen menumpahkan kekesalannya dengan menuliskan hujatan kepada para tersangka. Netizen merasa kesal karena selama ini dibohongi, membeli pertamax ternyata isinya pertalite.
Megaskandal ini diungkap kejaksaan agung yang merilis 7 tersangka kasus korupsi dengan modus mengoplos BBM besar-besaran dalam rentang waktu lima tahun sejak 2018-2023. Kejaksaan Agung menyebut kerugian negara akibat korupsi tata kelola minyak mentah mencapai Rp193,7 T terjadi pada tahun 2023 saja.
” Rp193,7 Triliun itu pada tahun 2023,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Harli Siregar di Gedung Kejaksaan Agung di Jakarta.
Kejaksaan Agung telah menetapkan 7 tersangka dalam kasus ini, yaitu; Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga RS (Riva Siahaan), Direktur Feedstock dan Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional SDS (Sani Dinar Saifuddin), CEO PT Pertamina International Shipping YF (Yoko Firnandi), AP (Agus Purwono) selaku VP Feedstock Management PT Kilang Pertamina Internasional, MKAR (Muhammad Kerry Andrianto Riza) selaku beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa, DW selaku Komisaris PT Navigator Khatulistiwa sekaligus Komisaris PT Jenggala Maritim, dan GRJ selaku Komisaris PT Jenggala Maritim dan Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.
Para tersangka bekerjasama memanipulasi tata kelola minyak mentah dan melakukan perbuatan ilegal, salah satunya diduga mencampur bahan bakar minyak (BBM) jenis RON 90 untuk dijual dengan harga RON 92.
“BBM yang sebenarnya merupakan RON 90 dibeli dengan harga RON 92, lalu dicampur atau dioplos,” ujar Direktur Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejagung, Abdul Qohar, di Jakarta, Selasa malam (24/2/2025).
Mengetahui ulah para tersangka netizen pun meluapkan kemarahannya di media sosial, mereka menuntut pemerintah memberikan hukuman yang berat karena telah menipu dan menyengsarakan rakyat.
“padahal udah ngerasa sultan pas beli pertamax saat org2 antri pertalite ternyata cuma donatur tetap koruptor,” tulis @unmag**** di X.
“Elu dipaksa download apps buat eligible beli pertalite. Elu terpaksa beli pertamax karena rispek ga mau pake subsidi, eh elu semua dikibulin,” kata @arta***
“Emosi rasanya liat kelakuan koruptor an** kek gini… saat kita cari makan aja susah beli pertalite dibatasi…mereka enak-enakan bancakan duit rakyat,” tulis @Pa****
Baca dong: kejaksaan-agung-praktik-blending-bbm-terjadi-pada-2018-2023/



