
Warga Tetap Mengungsi Meski Status Gunungapi Ruang Turun
reporter-channel – Meskipun status Gunungapi Ruang telah turun menjadi level 3 atau Siaga, bantuan penanganan darurat bencana untuk warga yang mengungsi terus dilakukan, terutama untuk kelompok yang rentan, Senin (22/4/2024).
Layanan kesehatan pun tetap dilaksanakan dengan skema jemput bola, mengingat adanya tempat mengungsi yang tersebar di beberapa titik, mulai posko yang didirikan oleh stakeholder, pengungsian mandiri di atas bukit dan pengungsian di rumah kerabat termasuk yang dievakuasi ke luar Pulau Tagulandang.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mencatat hingga Senin (21/4/2024), terdapat 3.582 warga di pengungsian sudah ditangani dengan baik. Tantangan yang dihadapi tim satgas gabungan adalah bagaimana agar warga yang mengungsi secara mandiri di pegunungan tetap dapat termonitor dan terpenuhi kebutuhan dasarnya termasuk layanan kesehatan. Adapun sebanyak 3.614 rumah mengalami kerusakan akibat dampak erupsi Gunungapi Ruang yang tersebar di 2 kelurahan dan 13 kampung.
Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) Jarwansyah mengatakan bahwa sejauh ini upaya tim satgas gabungan dalam penanganan darurat dan penyelamatan masyarakat terdampak sudah berjalan dengan baik. Hingga sejauh ini tidak ada laporan jatuhnya korban jiwa atas bencana vulkanologi.
“Kita bersyukur kondisi sudah normal kondusif. Kapal-kapal sudah beroperasi untuk evakuasi maupun pengiriman logistik. BNPB tentunya akan tetap mendukung untuk pendampingan dan pengisian gap yang belum tersentuh,” kata Jarwansyah.
Jarwansyah juga mengingatkan kepada seluruh stakeholder agar terus mencermati segala hal yang dianggap perlu dan kurang tertangani dengan baik, mengingat status tanggap darurat akan berakhir pada 29 April 2024 mendatang. Deputi IV mengatakan bahwa pendampingan termasuk keamanan harus tetap dilakukan oleh TNI dan Polri mengingat adanya aduan masyarakat yang takut kehilangan hewan ternak apabila mereka meninggalkan rumah untuk mengungsi.
“Bahwa status darurat berakhir pada tanggal 29 April 2024. Perlu diperhatikan untuk langkah-langkah kedepannya. Pengungsi perlu dikawal karena banyak dari mereka yang takut kehilangan hewan ternak dan bagaimana mereka memberikan makanan bagi hewan ternaknya,” tambahnya.
Bantuan logistik dan peralatan dari BNPB maupun stakeholder lainnya terus didorong menuju Pulau Tagulandang dari Pelabuhan Bitung. Tim Kedeputian Bidang Logistik dan Peralatan mengawal pengiriman itu menggunakan kapal ferry. Pos aju logistik dan peralatan sebagai transit barang maupun personel telah disiapkan di gudang dan tenda BNPB di Kota Bitung yang jaraknya hanya 2 km dari Pelabuhan bitung.



