
Tak Semua WNI di Iran Mau Dievakuasi
Sumedang – Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Wamenkopolkam) Lodewijk Freidrich Paulus mengatakan bahwa tidak semuanya WNI di Iran mau dievakuasi ke tanah air.
“Dari 380 WNI di Iran tidak semuanya mau dievakuasi,” kata Lodewijk usai memberikan materi dalam Retret Kepala Daerah Gelombang II di IPDN Jatinangor, Sumedang, Selasa.
Salah satu alasan beberapa WNI yang tidak mau dievakuasi, kata Lodewijk, adalah waktu perjalanan guna kebutuhan evakuasi yang cukup panjang yang harus dilalui.
“Evakuasi perjalanan dari Teheran ke Azerbaijan (Kota Baku) selama 16 jam perjalanan darat, lalu diangkut dengan pesawat komersial oleh pemerintah RI,” ujarnya.
Lodewijk mengatakan pemerintah Indonesia sudah menghimbau WNI untuk mengantisipasi berkembangnya eskalasi konflik kawasan. Tak hanya yang berada di Iran, tapi juga di negara-negara tetangganya, jangan sampai jika eskalasi berkembang mereka harus mengamankan diri sendiri.
Sementara itu, pada Selasa petang kelompok pertama WNI yang dievakuasi dari Iran telah tiba di Jakarta. “Kelompok pertama sudah masuk ke Jakarta sore ini,” ujar mantan Danjen Kopassus itu.
Meskipun tidak semua WNI di Iran mau dievakuasi, Lodewijk mengatakan bahwa sampai saat ini pemerintah memberikan tawaran bagi siapapun yang ingin kembali ke Indonesia untuk menghindari konflik.
“Sudah kami berikan tawarkan, ingin kembali ke Indonesia diberikan fasilitas. Prinsip Kemenhan, kita ada atase pertahanan di masing-masing negara, berkoordinasi untuk selalu monitor dan saran-saran, termasuk rencana pengamanan untuk mereka,” katanya.
Baca dong: Prabowo Pantau Konflik Iran-Israel dan Penyelamatan WNI

