SPPG Sidoarjo Tolak Biayai Perawatan 748 Santri Korban Keracunan MBG
Jakarta – SPPG Sidoarjo yang bikin nyaris 500 lebih anak santri di Sidoarjo dirawat Rumah Sakit akibat keracunan MBG atau Makan Bergizi Gratis menolak bertanggungjawab. Tuntutan pertanggungjawaban pihak SPPG untuk membiayai perawatan dan pengobatan siswa enggan dilakukan. Sudah saatnya sanksi tegas diberikan pada SPPG penyebab keracunan termasuk BGN dari tiap peristiwa insiden keracunan.
Pihak SPPG Kalitengah Sidoarjo enggan biayai perawatan dan pengobatan ratusan pelajar dan santri yang jadi korban keracunan makan bergizi gratis (MBG).
Menurut Bupati Sidoarjo Subandi, seluruh biaya pengobatan dan perawatan ratusan korban keracunan selama ini ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Menurutnya, hal tersebut mestinya menjadi beban penyelenggara SPPG.
“Tanggung jawab hukum harus jatuh kepada penyelenggara SPPG, bukan pemda. Ketika ada warga yang sakit akibat makanan yang disalurkan, penyelenggara harus bertanggung jawab, bukan lari dari tanggung jawab,” tegas Subandi, Kamis (10/9).
Meski kecewa, Subandi memastikan Pemkab Sidoarjo tetap mendukung program MBG sebagai program prioritas pemerintah pusat. Namun, ia mendesak evaluasi total dan sanksi tegas bagi pengelola yang bermasalah.
“Kalau ada penyelenggara bermasalah, ya hentikan, ganti pengelola, dan beri sanksi. Kalau perlu dihentikan operasionalnya selama 30 hari, supaya penyelenggara lebih berhati-hati,” ujarnya.
Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina mengungkapkan total korban keracunan MBG di wilayahnya mencapai 748 orang berdasarkan data per Jumat (4/9).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 728 pasien telah diperbolehkan pulang untuk rawat jalan, sementara 20 pasien lainnya sempat menjalani rawat inap (MRS).
Kasus keracunan ini sempat memburuk setelah 116 santri mengalami keluhan berulang (kambuh) sehingga harus dievakuasi kembali ke enam rumah sakit rujukan.
Hingga Rabu (9/9) pukul 14.00 WIB, sebanyak 106 santri di antaranya sudah dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang, sedangkan sembilan santri sisanya masih dalam perawatan intensif.
Baca:BGN Pembenahan Tapi Kejadian Terus Nih, 500 Santri Sidoarjo Keracunan MBG


