Jadi KLB, Ratusan Siswa-Guru Pati Keracunan MBG

Jakarta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati menetapkan kejadian luar biasa (KLB) setelah ratusan siswa dari dua sekolah di Kecamatan Gembong diduga keracunan MBG atau Makan Bergizi Gratis. Langkah ini bertujuan memastikan penanganan maksimal untuk para korban.

“Karena menyangkut keselamatan korban dan (jumlah penderita ratusan) kasus tersebut masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB),” kata Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, Kamis (10/9).

Dalam kejadian ini, 103 siswa dan 13 guru mengalami mual dan diare di SMP Negeri 1 Gembong. Kemudian, di MTS Negeri 3 Pati ada 127 siswa dan 30 guru yang mengalami mual dan diare setelah menyantap MBG.

Chandra mengatakan pembiayaan penanganan dalam kondisi darurat dapat menggunakan belanja tidak terduga, terlebih hal ini menyangkut keselamatan korban dan kasus tersebut masuk kategori KLB.

“Prioritas kami saat ini adalah memastikan seluruh siswa dan guru yang mengalami keluhan telah mendapatkan penanganan serta memastikan kondisi mereka terus terpantau,” jelas dia.

Chandra mengatakan data terbaru per pagi ini korban dugaan keracunan dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati yang masih dirawat inap di RSUD Soewondo dan RS Mitra Bangsa ada sekitar 45 anak.

“Totalnya 45 siswa yang masih dirawat inap di rumah sakit,” ujarnya.

Menurut Chandra, Pemkab Pati terus melakukan pendataan dan sinkronisasi jumlah korban. Pemerintah daerah juga mengawal proses investigasi untuk memastikan penyebab kejadian dapat diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan resmi.

“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” jelas Chandra.

Baca:SPPG Sidoarjo Tolak Biayai Perawatan 748 Santri Korban Keracunan MBG

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha