
Serangan Udara Israel Terbaru Targetkan Tempat Pengungsian
Kota Gaza – Sebanyak 92 warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka pada Senin, 30 Juni 2025, ketika Israel menggelar serangan udara dengan pesawat tempur dan artileri di beberapa lokasi di Jalur Gaza, termasuk beberapa area yang menampung sejumlah keluarga yang mengungsi.
Menurut para saksi mata, tentara Israel telah meningkatkan serangan udara dan penembakan artileri di bagian selatan dan timur Kota Gaza, terutama di lingkungan Zeitoun, Shejaiya, dan al-Tuffah.
Tentara Israel juga melancarkan serangan udara terhadap 4 sekolah yang menampung warga Palestina yang mengungsi setelah mereka mengeluarkan peringatan evakuasi – 3 di antaranya di lingkungan Zeitoun dan satu di lingkungan al-Tuffah di sebelah timur Kota Gaza, menurut sumber itu.
Dalam serangan terbaru, sedikitnya 34 warga Palestina, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam serangan Israel yang menargetkan pantai Kota Gaza, kata seorang sumber medis.
Menurut saksi, sebuah jet tempur menembakkan rudalnya ke sebuah kafe dan tempat istirahat di sebelah barat Kota Gaza, sehingga menghancurkan keduanya.
Sementara, 5 jenazah dibawa ke Kompleks Medis Al-Shifa pasca serangan pesawat tak berawak yang menargetkan sekelompok warga sipil di kamp pengungsi Al-Shati, sebelah barat Kota Gaza, kata sumber medis kepada Anadolu.
Satu warga Palestina lainnya tewas dan 23 lainnya luka-luka setelah menjadi sasaran tentara Israel saat mencari bantuan di Jalan Salah al-Din, di selatan wilayah Wadi Gaza, menurut pernyataan dari Rumah Sakit Al-Awda di Gaza tengah.
Pasukan Israel juga menewaskan satu warga Palestina dan melukai beberapa lainnya dalam penembakan yang menargetkan tenda mereka di daerah al-Mawasi sebelah barat Khan Younis di Gaza selatan, menurut sumber medis.
Sedangkan 10 warga dan sejumlah orang yang terluka dibawa ke Rumah Sakit Baptis Al-Ahli. Serangan udara Israel menargetkan gudang komersial di Sabra, Kota Gaza. Gudang komersial itu digunakan organisasi amal untuk menerima dan mendistribusikan bantuan kemanusiaan kepada orang-orang di daerah kantong itu.
Sementara itu, jenazah seorang wanita dan beberapa orang lainnya yang luka-luka dibawa ke Rumah Sakit Baptis setelah helikopter Israel menjatuhkan bom di Jalan Al-Sikka di lingkungan Zeitoun di Kota Gaza, kata sumber medis.
Satu orang lagi warga Palestina tewas dan satu orang lainnya luka-luka dalam serangan pesawat tak berawak di dekat sebuah pom bensin di daerah yang sama, kata sumber itu.
Empat jenazah dan beberapa orang yang luka-luka juga tiba di rumah sakit menyusul serangan udara Israel yang menargetkan sekelompok warga di kota Jabalia di Gaza utara, menurut sumber itu.
Secara terpisah, tiga warga Palestina, termasuk seorang perempuan, tewas dalam serangan pesawat tak berawak Israel di Katiba, Khan Younis, kata sumber medis di Rumah Sakit Nasser kepada Anadolu.
Tiga belas orang lagi tewas dan 50 lainnya luka-luka akibat serangan udara Israel yang menargetkan pencari bantuan di barat daya Khan Younis, kata sumber medis lainnya.
Sumber itu juga mengatakan bahwa warga Palestina lainnya tewas dalam serangan udara Israel di Rafah di Gaza selatan. Satu lagi warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di dekat Kompleks Medis Al-Sahaba di pusat Kota Gaza.
Serangan pesawat tak berawak Israel menewaskan tiga warga Palestina lainnya dan melukai beberapa lainnya di lingkungan Al-Tuffah di timur laut Kota Gaza, kata seorang sumber medis. Sumber itu mengatakan bahwa sedikitnya 10 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka ketika sebuah pesawat tak berawak menghantam kerumunan di Jalan Al-Wahda di pusat Kota Gaza.
Di daerah yang sama, empat warga Palestina tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam serangan lain ke sebuah delman, kata petugas medis.
Meskipun masyarakat internasional menyerukan gencatan senjata, tentara Israel telah menewaskan lebih dari 56.500 warga Palestina dalam serangan mematikan di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
November lalu, Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di daerah itu.
Baca dong: WHO Berhasil Kirim Bantuan Medis Pertama Buat Gaza



