
Serangan Houthi, Bandara Riyadh Ditutup Hingga 17 Oktober
Jakarta – Otoritas Arab Saudi memperpanjang penutupan Bandara International King Khalid di Riyadh hingga Sabtu (17/10) mendatang. Keputusan itu menyusul rangkaian serangan yang menargetkan Bandara Riyadh yang terus dilakukan oleh kelompok Houthi.
Dilansir Reuters, Selasa (13/10), Bandara King Khalid akan ditutup hingga Sabtu (17/10) pekan ini. Sejumlah maskapai juga telah membatalkan penerbangan imbas serangan Houthi.
“Operasional dihentikan sementara untuk “memungkinkan penyelesaian prosedur guna memastikan keselamatan dan kesiapan operasional fasilitas bandara,” demikian pernyataan otoritas penerbangan sipil Saudi.
Pada Senin (12/10) malam, kelompok Houthi menyatakan telah menyerang bandara tersebut dengan rudal balistik, tak lama setelah Arab Saudi mengumumkan keberhasilan mereka mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang ditembakkan kelompok itu ke arah Riyadh.
Houthi juga menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menargetkan pangkalan udara di Khamis Mushait, wilayah barat Arab Saudi, menggunakan pesawat drone. Belum ada konfirmasi segera dari pihak Saudi.
Sebuah pemberitahuan bagi penerbang yang diterbitkan pada hari Senin menunjukkan bahwa Bandara Internasional King Khalid akan tetap ditutup hingga pukul 21.00 GMT pada tanggal 17 Oktober.
Bandara King Khalid telah ditutup sejak serangan pada hari Sabtu yang menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Pada hari Minggu (11/10), serangan lain menewaskan satu orang dan melukai hampir belasan orang lainnya.
Baca:Houthi Serang Bandara Riyadh Arab Saudi, KBRI Riyadh Pastikan Tak Ada Korban WNI



