Awal Pembukaan IHSG Sudah Anjlok 2,59%, Ini Tanggapan Bos Bursa Efek

Awal Pembukaan IHSG Sudah Anjlok 2,59%, Ini Tanggapan Bos Bursa Efek

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 2,59% ke level 5.936,14 pada penutupan perdagangan Senin (12/10). Lantas apa kata bos BEI?

Pelemahan diduga dipicu rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengumumkan hasil investigasi manipulasi harga yang melibatkan beberapa saham energi.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, enggan menanggapi hal tersebut.

“Oh nggak, No Comment ya,” jawab Jeffrey di Jakarta, Senin (12/10).

Berdasarkan data OJK, sanksi denda terkait pelanggaran pasar modal yang dijatuhkan mencapai ratusan miliar sepanjang Januari hingga 30 September. Nilai sanksi denda dibagi menjadi dua pelanggaran, yakni keterlambatan sebesar Rp 277,82 miliar dan kasus Rp 112,79 miliar.

Sementara untuk penegakan hukum atas kasus manipulasi pasar, terdapat 161 pihak yang dikenakan denda dengan nilai total sebesar Rp 267,61 miliar. Ada sebanyak 4 sanksi pembekuan izin, dua pencabutan izin, dua peringatan tertulis, dan 19 perintah tertulis.

Berdasarkan data RTI Business, IHSG ditutup melemah 2,59% ke level 5.936,14 pada Senin (12/10) sore.

Volume transaksi sepanjang hari senin tercatat 62,18 miliar saham dengan turnover Rp 13,73 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,88 juta kali. Total sebanyak 114 saham menguat, 602 saham melemah, dan 77 saham stagnan.

Sejumlah saham energi milik konglomerat Prajogo Pangestu dan Sinar Mas Group menjadi emiten yang paling terkoreksi. PT Petrosea Tbk (PTRO) tercatat melemah 14,95% ke level Rp 4.040 per saham, PT Petrindo Jaya kreasi Tbk (CUAN) melemah 14,94% ke level Rp 655 per saham, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) melemah 14,60% ke level Rp 965 per saham.

Baca:Aturan Baru BEI Berlaku, Bikin 14 Saham Emiten ini Makin Anjlok Di Bawah Gocap

Share Here: