
Sejumlah Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Meliput RDP
Kendari – Sejumlah wartawan di Kota Kendari, Sulawesi Utara diduga diintimidasi oleh karyawan PT Marketindo Selaras (PT MS) saat akan meliput Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT MS dengan warga Konawe Selatan di kantor DPRD Sultra. Dugaan intimidasi ini berujung keributan antara jurnalis dengan para karyawan PT MS.
Keributan dipicu lantaran sejumlah karyawan PT Marketindo Selaras menghalangi para wartawan yang hendak meliput rapat dengar pendapat (RDP) antara warga dari 8 desa korban penggusuran paksa dengan pihak perusahaan.
Para jurnalis yang menjadi korban penghalangan peliputan dan intimidasi yakni, Algasali (Kontributor SCTV), Rona Fajar Wana (Haluanrakyat.com), Fadli Aksar (Metro TV), Samsul (Tribunnews Sultra), Ismail (Keratonnews), Bambang (Sultratop.com), Nur Fahriansyah (Simpul Indonesia), Eko (Kabaranoa.id), Sulhijah (Sultrademo),
Eko, Jurnalis Kabaranoa.id menjelang, keributan bermula saat itu dirinya bersama sejumlah wartawan yang lain hendak masuk ke ruang rapat. Sebab, RDP akan segera dimulai, karena sejumlah anggota DPRD Sultra telah memasuki ruangan.
Namun, sebelum para jurnalis masuk ke ruang RDP, Satpol PP yang berjaga di pintu menghalau sejumlah warga dan karyawan perusahaan sawit yang juga ingin mengikuti hearing.
“Kata Satpol PP sudah lengkap warga dan perusahaan, jadi mereka tidak boleh lagi masuk. Kami kemudian masuk satu per satu, namun tiba-tiba dicegat karyawan sawit di depan pintu,” ujar Eko.
Karyawan sawit yang tidak diketahui identitasnya itu melarang sejumlah jurnalis untuk masuk meliput jalannya RDP, dengan alasan mereka mendapat instruksi langsung dari pimpinan PT MS.
Sejumlah wartawan akhirnya protes, termasuk Algasali (Kontributor SCTV), mendatangi karyawan perusahaan sawit berambut cepak mempertanyakan alasan mereka meminta jurnalis menunjukkan kartu pers jurnalis.
“Saya melihat kejadian Itu lalu menghampiri orang itu dan Bertanya apa kapasitas kamu menanyakan Id card wartawan. Tapi karyawan perusahaan balik membentak, sehingga terjadilah keributan,” beber Algasali.
Adu mulut dan saling dorong pun tak terhindarkan. Sejumlah Satpol PP pun melerai dan mengendalikan situasi dengan memasukkan seluruh jurnalis ke ruang RDP. Sementara para karyawan dibiarkan tetap di luar.
Wartawan kemudian mencoba mewawancarai Pihak PT MS terkati penghalangan dan upaya intimidasi tersebut, namun mereka tidak memberikan komentar.

