Satuan Layanan Makan Bergizi Kelola Rp 7-10 Miliar

Satuan Layanan Makan Bergizi Kelola Rp 7-10 Miliar

reporter-channel – Satuan pelayanan makan bergizi yang tersebar di seluruh Indonesia bakal mengelola anggaran secara bervariasi untuk keperluan distribusi program.

“Satu satuan pelayanan akan mengelola uang kisarannya antara Rp 7-10 miliar, itu bervariasi setiap wilayah,” kata Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2024).

Setiap satu satuan pelayanan, kata Dadan, bakal mengelola sekitar 3.000 kelompok penerima yang basis datanya dari sekolah. Setelah itu akan ditambah dengan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Dadan mengatakan, sebanyak 85 persen dari dana yang diturunkan bakal digunakan untuk membeli bahan baku, kemudian dimasak menjadi makanan jadi untuk didistribusikan kepada penerima.

Sisanya, sekitar 10,5 persen akan digunakan untuk menggaji atau membayar ibu-ibu yang memasak maupun mengolah bahan tersebut. Begitu pula untuk keperluan lain, misalnya ketika bapak-bapak akan dimobilisasi untuk mencuci dan sebagainya.

Dadan kemudian mengingatkan bahwa Badan Gizi Nasional tidak membeli paket makanan. Mereka hanya akan membeli bahan baku yang akan diolah dengan anggaran rata-rata sekitar Rp 10.000 per porsi.

“Jadi mohon diingat bahwa Badan Gizi tidak membeli paket makan, tetapi membayar bahan baku. Menu itu akan diset 1 bulan. Katakanlah kalau hari Senin kita masak ayam balado dengan sayur, dengan nasi, dengan buah. Berapa bahan baku hari itu, itu yang dibayar,” kata Dadan.

Menurut rencana, akan ada sekitar 30.000 satuan pelayanan di seluruh Indonesia. Mereka bertugas untuk mengecek data setiap radius 6 kilometer dari tempatnya, untuk menentukan penerima berbasis data.

“Berapa jumlah (penerima dari radius 6 kilometer), Itu dari pengalaman kita yang selama 11 bulan. Itu akan bertambah 10 persen dari data anak sekolah,” kata Dadan.

Rencananya, program makan bergizi gratis bakal dimulai pada 2 Januari 2025 dengan sasaran 3 juta anak pada 3 bulan pertama.

Pekan lalu, Presiden Prabowo Subianto menetapkan anggaran untuk program makan bergizi gratis turun dari Rp 15.000 menjadi Rp 10.000 per porsi. Dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Jumat (29/11/2024) kemarin, Prabowo mengaku ingin menganggarkan Rp 15.000 per porsi untuk makan bergizi gratis.

Namun, berdasarkan perhitungan pemerintah, anggaran Rp 10.000 per porsi dinilai sudah cukup. “Kita ingin Rp 15.000 (per porsi), tapi kondisi anggaran mungkin Rp 10.000 kita hitung untuk daerah-daerah itu cukup, cukup bermutu dan bergizi,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, program makan bergizi gratis adalah salah satu program yang bertujuan menambah kesejahteraan rakyat, termasuk para buruh. Kemudian dia mengungkapkan data, bahwa pada satu keluarga di desil terbawah biasanya memiliki 3-4 anak yang harus diberi makan.

Dengan demikian, kata Prabowo, lewat program makan bergizi gratis, satu keluarga bisa menerima Rp 30.000-Rp 40.000 per hari. “Berarti tiap keluarga bisa menerima minimal atau rata-rata bisa Rp 30.000 per hari. Ini kalau satu bulan bisa Rp 2,7 juta,” ujarnya.

Share Here: