
Rupiah Drop Parah Di Pembukaan Perdagangan Tembus Rp17.426 Per Dolar AS
Jakarta – Nilai tukar rupiah di pasar spot mengalami pelemahan hingga tembus ke Harga terendah sepanjang sejarah. Hingga berita ini diturunkan penyusutan kurang lebih 0,09 persen ke level Rp17.426 per dolar Amerika Serikat (AS).
Pada perdagangan Selasa pagi, (5/5), nilai tukar rupiah drop hingga tembus ke angka Rp17.426 per US$.
Pelemahan disebut-sebut sebagai reaksi strong dollar secara global atas eskalasi konflik di Timur Tengah.
Dropnya rupiah cukup signifikan jika dibandingkan dengan penutupan Senin sore yang berada di posisi Rp17.394.
Sementara itu, merujuk pada data JISDOR Bank Indonesia, kurs referensi berada pada level Rp17.368 per dolar AS.
Meskipun sedang mengalami tekanan, pergerakan nilai tukar diprediksi tidak akan terkoreksi terlalu dalam. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati rilis data makroekonomi domestik yang dijadwalkan keluar pada hari yang sama.
Sejumlah analis memperkirakan nilai tukar rupiah atas dollar masih berada diantara Rp17.350 hingga Rp17.450.
“PDB Q1 Indonesia yang akan dirilis siang juga bisa memberi tekanan pada rupiah saat ini. Perkiraan rupiah bergerak Range 17350-17450,” jelas Analis pasar modal, Lukman Leong, mengutip dari Suara.
Tren negatif ini juga melanda sebagian besar mata uang di kawasan Asia. Peso Filipina mencatatkan koreksi terdalam dengan penurunan 0,21 persen, diikuti ringgit Malaysia sebesar 0,18 persen, dan baht Thailand yang terdepresiasi 0,1 persen.
Dolar Hong Kong turut terkontraksi 0,03 persen bersama dengan dolar Taiwan yang bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah. Sebaliknya, won Korea Selatan justru menguat 0,2 persen, disusul yen Jepang dan dolar Singapura yang naik tipis 0,02 persen.
Baca:Harga Solar Naik, Cek BBM Lain Yang Ikut Naik Per Hari Ini



