
Purbaya Sebut Kurs Dolar Gak Masuk Akal, Drop Di Level Rp17.857
Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali drop. Warning level rupiah pada kamis pagi sudah drop hingga angka Rp17.857. Bahkan Menkeu Purbaya sebut angkanya gak masuk akal.
Pelemahan rupiah tampaknya masih belum ada tanda-tanda stop. Pada Kamis (28/5), rupiah sudah tembus di angka Rp17.857. Sejumlah analis bahkan rupiah tengah menuju angka 20ribu hingga akhir bulan Mei.
Menurut Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, anjloknya nilai tukar rupiah tidak masuk akal. Sebab, fundamental ekonomi Indonesia dinilai bagus.
“Kan ekonomi bagus, ini terjadi ketika fundamentalnya bagus. Ini nggak masuk akal sebenarnya. Biasanya melemah kalau ada gangguan di fundamental,” ujar Purbaya, pada Rabu (27/5).
Meski keheranan, Purbaya masih pede tren pelemahan nilai tukar rupiah tidak mengguncang ketahanan (stress test) Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
Menurut purbaya, pihaknya telah menghitung ketika harga minyak dunia menyentuh US$ 100 dolar.
“Ya, saya stress. Nggak (ada stress test), kita udah hitung, pada waktu simulasi 100 dolar per barel itu, asumsi rupiahnya juga sudah kita perhitungkan. Jadi nggak ada masalah saya nggak harus hitung ulang APBN-nya,” terang Purbaya.
Kendati rupiah melemah, Purbaya menyebut imbal hasil (yield) di pasar obligasi Indonesia mengalami penurunan. Hal ini tak lepas dari aksi pemerintah melakukan intervensi di pasar Surat Berharga Negara (SBN) treasury operation demi menjaga stabilitas nilai tukar.
“Tapi gini, walaupun rupiah melemah, kan bond yield-nya turun. Karena aksi dari pemerintah, aksi dari teman-teman kita di (Direktorat Jenderal) Perbendaharaan, untuk sedikit membeli, supaya yield-nya agak terkendali,” terang Purbaya.
Menurut Purbaya, selama pasar obligasi Indonesia terkendali, aliran modal asing masuk. Ke depan, lanjut Purbaya, akan ada aksi lagi untuk menjaga nilai tukar rupiah.
“Jadi selama bond market terkendali, kemauan investor untuk asing ya, terutamanya untuk melakukan investasi dan pasti juga bond kita akan terjaga juga. Kita sudah mulai melihat aliran masuk modal asing ke pasar obligasi kita. Dan ke depan akan ada tindakan pemerintah lagi yang akan membantu nilai tukar rupiah dengan lebih signifikan,” jelasnya.
Meski pemerintah terus berupaya menahan pelemahan, faktanya rupiah terus drop. Pasar pun terus memperlihatkan sentimen negatif. Anjloknya rupiah bahkan sudah mencetak rekor sepanjang sejarah Indonesia. Sudah saatnya pemerintah berbenah dan stop berusaha mengabaikan realitas yang ada.



