Protes Impor 105.000 Mobil India, Buruh Ingatkan PHK

Protes Impor 105.000 Mobil India, Buruh Ingatkan PHK

Jakarta – Rencana pemerintah impor 105.000 mobil pickup dari India yang dilakukan PT. Agrinas Pangan Nusantara bikin heran berbagai pihak. Setelah pengusaha otomotif dalam negeri, giliran kalangan buruh juga memprotes rencana itu. Buruh mengingatkan Langkah memborong 105.000 mobil untuk kebutuhan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih itu dapat mengakibatkan munculnya PHK atau pemutusan hubungan kerja.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN), Ristadi menilai rencana Agrinas tidak logis dan tidak nasionalis.

Ristadi menjelaskan, spirit pembentukan Kopdes Merah Putih adalah untuk menggerakkan membangun menumbuhkan ekonomi desa untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan dengan memanfaatkan potensi-potensi ekonomi dan sumberdaya lokal.

“Dengan kata lain proses dari hulu ke hilir yang seharusnya mendapatkan manfaat adalah pelaku ekonomi dalam negeri khususnya rakyat pedesaan. Di saat bersamaan, industri otomotif dalam negeri dalam kondisi lesu karena berkurangnya pesanan, akhirnya jam kerja dikurangi sampai terjadi PHK, korbannya adalah pekerja,” kata Ristadi, dalam keterangan tertulis, Selasa (24/2).

Ristadi menegaskan alasan industri otomotif dalam negeri tidak mampu memproduksinya itu tidak faktual.

Sebagaimana yang disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dan Kadin yang lebih paham soal ini, mereka menegaskan bahwa Industri otomotif dalam Negeri mampu memproduksi sekitar 1 juta unit kendaraan dalam setahun.

“Artinya, bahwa Industri otomotif dalam negeri mampu memproduksinya. Lalu di mana rasa nasionalisme Dirut PT Agrinas untuk membangun kemandirian ekonomi kerakyatan dan penciptaan lapangan kerja sekaligus pencegahan PHK?” tanya Ristadi.

Ristadi lalu mempertanyakan dasar perhitungan efisiensi Rp 43 triliun yang sebelumnya disampaikan Agrinas. Ia malah menilai produk buatan dalam negeri bisa lebih murah sehingga lebih efisien.

“Justru kalau kita cermati, harga pickup 4×4 scorpio dari India berkisar Rp 290 an juta sampai Rp 400 juta. Sedangkan pickup Carry produksi dalam negeri berkisar Rp 170 juta sampai Rp 190 juta, pickup Grandmax pun harganya tidak jauh dari pickup Carry. Jadi, lebih efisien mana dengan alat angkut yang selama ini sudah berjalan?” tegas Ristadi.

Baca:Pengusaha Teriak Rencana Impor 105.000 Mobil Operasional Koperasi Merah Putih

Share Here: