Program MBG Target Pondok Pesantren Pulau Jawa 25 Oktober, Anggaran Darimana?

Program MBG Target Pondok Pesantren Pulau Jawa 25 Oktober, Anggaran Darimana?

Jakarta – Setelah membuka lebih dari 1.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), pemerintah berencana kembali memperluas jangkauan program MBG di Pulau Jawa.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, perluasan jangkauan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini rencananya akan dilaksanakan pada akhir bulan ini, sekitar tanggal 25 Oktober 2026.

“Pulau Jawa akan mulai dilaksanakan akhir Oktober ini, minggu keempat. Jadi diperkirakan tanggal 25 lah ya,” kata Zulhas di Jakarta, Senin (19/10).

Ia menjelaskan perluasan jangkauan MBG di Pulau Jawa ini utamanya akan menyasar berbagai fasilitas pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren. Dalam hal ini pondok pesantren terkait dapat langsung menyerahkan data peserta didik kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk kemudian didaftarkan menjadi penerima manfaat.

Menurutnya dengan cara ini proses penyaluran MBG dapat dilakukan secara transparan dan terpusat. Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan atas praktik jual-beli titik SPPG atau dapur MBG yang sempat terjadi antara oknum BGN dengan sejumlah yayasan.

“Akhir Oktober ini untuk Pulau Jawa, ya terutama pondok dan lain-lain yang banyak. Jadi tidak ada perantara, tidak ada makelar, ya. Langsung, data dari pondok langsung ke BGN, blas lagi. Lagu lama nggak ada, yang ada lagu baru, yang tertib,” tegas Zulhas.

Selain mencegah praktik jual-beli titik, penyampaian data langsung dari pondok pesantren juga mempermudah BGN dalam menerbitkan Surat Penetapan Kelompok Penerima Manfaat Sementara (SPS). Sebab tanpa SPS, kini SPPG dilarang menyalurkan MBG kepada penerima manfaat.

Baca:Program MBG Sudah Telan Anggaran Rp 153 T, Stunting Apa kabar?

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha