
Presiden Prabowo Serahkan 6 Pesawat Rafale Hingga Misil ke TNI
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menyerahkan sejumlah alutsista mulai dari pesawat buatan Prancis Rafale hingga misil ke TNI. Prabowo mengatakan penyerahan ini merupakan tonggak penambahan kekuatan nasional RI.
Acara penyerahan dilakukan di Lanud Halim Perdanakusuma, Senin (18/6). Sejumlah alutsista yang diserahkan meliputi 6 pesawat Rafale, 4 Falcon 8X, hingga 1 Airbus A400M Atlas MRTT.
Selain pesawat tempur, diserahkan juga persenjataan Radar GCI GM403, serta Rudal Air to Air Beyond Visual Range (BVR) Meteor dan Smart Weapon AASM Hammer yang merupakan bagian dari Rafale.
Usai penyerahan kunci, Prabowo menyempatkan untuk meninjau sejumlah alutsista di lokasi. Prabowo memulai peninjauan ke cockpit Rafale, smart weapon hammer dan missile meteor.
“Jadi ya, kita menerima secara resmi dengan adat kita, penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam, pesawat tempur ya, Rafale, dan pesawat angkut, Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400. Ada radar juga,” kata Prabowo di Jakarta, Senin (18/6).
Prabowo bicara perlunya peningkatan kekuatan pertahanan nasional RI. Menurutnya, peningkatan kekuatan militer ini sebagai bentuk penangkal atau deterrent agar Indonesia mampu melindungi wilayahnya sendiri dari berbagai potensi ancaman.
“Jadi, Saudara-saudara, ini hanya saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal, sebagai deterrent. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujarnya.
Ia menilai pertahanan menjadi syarat utama terciptanya stabilitas nasional. Oleh karena itu, pemerintah akan terus membangun dan memperkuat kemampuan pertahanan di masa mendatang.
“Tapi kita lihat kondisi dunia, geopolitik penuh dengan ketidakpastian, dan kita tahu bahwa pertahanan syarat utama untuk stabilitas, jaminan bahwa kita bisa berdaulat,” ujarnya
“Saya kira itu intinya ya, dalam waktu yang akan datang terus akan kita bangun kekuatan kita. Kita ingin mengamankan wilayah udara, wilayah laut, dan tentunya wilayah daratan kita,” lanjutnya.
Baca:Rupiah Tembus Rp17.600, Prabowo: Rakyat Desa Tak Pakai Dolar



