Prabowo Yakin Indonesia Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia

Prabowo Yakin Indonesia Akan Jadi Lumbung Pangan Dunia

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto yakin, Indonesia akan menjadi lumbung pangan dunia dan menjadi solusi untuk negara lain yang tengah dilanda kekeringan dan kelaparan. Hal itu diucapkan Presiden usai panen raya jagung serentak dan melepas ekspor jagung perdana ke Malaysia di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, Kamis.

“Saya sangat yakin kita akan menjadi lumbung pangan dunia. Kita bisa menjadi solusi bagi masalah banyak negara lain yang sedang dilanda kelaparan dan kekeringan,” kata Presiden Prabowo saat memberikan keterangan kepada media melalui siaran akun YouTube Sekretariat Presiden yang disaksikan di Jakarta.

Presiden mengatakan bahwa peningkatan produksi jagung nasional mencapai 48 persen pada kuartal pertama tahun ini dari semula 1 hektare lahan menghasilkan 4 ton jagung menjadi 6—8 ton jagung. Pertumbuhan ini menandai upaya Indonesia untuk mengamankan masa depan lumbung pangan.

Menurut Presiden, swasembada jagung akan tercapai lebih cepat sekitar 1 tahun mendatang karena didukung dengan benih varietas berkualitas bagus serta pupuk organik.

“Mungkin cita-cita kita swasembada jagung, mungkin tidak sampai 2—3 tahun, mungkin 1 tahun kita sudah swasembada jagung. Ini signifikan sekali,” kata Presiden.

Presiden menambahkan bahwa peningkatan produksi ini bukan hanya untuk menuju kemandirian pangan, melainkan juga meningkatkan penghasilan para petani sebagai langkah menuju lumbung pangan Indonesia.

Kepala Negara ingin petani sebagai produsen pangan dapat memiliki kualitas hidup yang baik dengan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih berkualitas, pupuk, hingga biofertilizer (pupuk hayati) karena bertujuan menguatkan posisi mereka sebagai bagian dari lumbung pangan.

“Petani-petani kita sebagai produsen pangan, mereka harus hidup dengan baik. Dengan demikian, input harus kita upayakan serendah rendah mungkin untuk petani. Seefisien mungkin, kita lihat di mana kita bisa intervensi. Mungkin dengan bantuan alat dan sebagainya. Teknologi, benih, pupuk, biofertilizer yang saya lihat luar biasa,” kata Presiden.

Adapun hasil panen raya jagung serentak pada kuartal II secara nasional diperkirakan 1,78 juta sampai dengan 2,54 juta ton, bagian dari komitmen Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Baca dong: Indonesia Siap Ekspor 27 Ribu Ton Jagung Di Pertengahan Juni

Share Here: