Pengadilan Menangkan Min Hee-jin, HYBE Wajib Bayar Rp 300 Miliar

Pengadilan Menangkan Min Hee-jin, HYBE Wajib Bayar Rp 300 Miliar

Mantan CEO ADOR, Min Hee-jin/Instagram: min.hee.jin

Seoul – Mantan CEO ADOR, Min Hee-jin, meraih kemenangan penting dalam sengketa hukum melawan HYBE. Pengadilan memutuskan memenangkan Min dalam perkara pemutusan perjanjian pemegang saham dan pelaksanaan put option, sekaligus menolak gugatan balik yang diajukan HYBE.

Putusan tersebut dibacakan oleh Divisi Perdata 31 Seoul Central District Court pada Rabu (12/2/2026). Majelis hakim yang dipimpin Hakim Nam In-soo menyatakan bahwa pelaksanaan put option oleh Min sah secara hukum dan tidak ditemukan bukti kuat atas klaim pelanggaran kepercayaan sebagaimana dituduhkan HYBE. Put option adalah hak bagi pemegang saham untuk menjual sahamnya kepada pihak lain dengan harga dan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya dalam perjanjian.

Dalam putusan tersebut, pengadilan memerintahkan HYBE membayar 25,5 miliar won Korea, atau setara sekitar Rp 306 miliar, kepada Min Hee-jin terkait pelaksanaan put option. Selain itu, majelis hakim juga membebankan seluruh biaya perkara kepada HYBE setelah menilai tidak ada pelanggaran serius yang dapat membatalkan perjanjian pemegang saham.

Pengadilan menilai argumen HYBE terkait berakhirnya perjanjian pemegang saham tidak memenuhi ambang batas “pelanggaran serius” yang dapat membenarkan pemutusan kontrak.

Respons Min Hee-jin: Seruan Pembenahan Industri K-pop

Tak lama setelah putusan dibacakan, Min Hee-jin menyampaikan pernyataan resmi. Ia mengucapkan terima kasih kepada majelis hakim atas keputusan yang dinilainya objektif dan adil, serta kepada publik yang selama ini memberikan dukungan.

Menurut Min, putusan ini bukan sekadar kemenangan pribadi, melainkan momentum penting bagi industri K-pop untuk melakukan refleksi dan pembenahan.

“Saya berharap keputusan ini menjadi titik balik agar industri K-pop dapat melakukan koreksi diri dan perbaikan. Kontrak dan janji adalah hal yang sangat serius, dan sudah seharusnya benar-benar merepresentasikan posisi para kreator,” ujar Min.

Ia juga menyampaikan empati kepada para pekerja industri dan penggemar yang merasa lelah akibat konflik berkepanjangan tersebut. Min berharap dirinya dan HYBE dapat meninggalkan emosi masa lalu dan mulai memikirkan masa depan industri hiburan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Kembali ke Dunia Kreatif

Min Hee-jin menegaskan ingin menutup babak panjang konflik hukum yang melelahkan dan kembali fokus pada hal yang paling ia cintai: berkarya.

“Saya ingin kembali ke tempat saya seharusnya. Bukan untuk mengalahkan siapa pun, tetapi untuk mencurahkan seluruh energi saya pada hal yang paling saya cintai dan kuasai, menciptakan karya dan budaya baru yang memberi inspirasi,” katanya.

Ia juga menegaskan komitmennya untuk membangun lingkungan yang aman dan kuat bagi para kreator dan artis di bawah naungan perusahaannya, ooak, serta menjanjikan kejutan berupa karya musik dan pertunjukan baru di masa mendatang.

Sikap HYBE dan Latar Belakang Konflik

Menanggapi putusan tersebut, HYBE menyatakan penyesalan karena argumennya tidak diterima sepenuhnya oleh pengadilan. Perusahaan menyebut tengah meninjau putusan dan membuka kemungkinan menempuh langkah hukum lanjutan, termasuk banding.

Konflik antara Min Hee-jin dan HYBE mencuat ke publik sejak April 2024, ketika HYBE melakukan audit internal dan menuduh Min berupaya mengambil alih kendali ADOR beserta grup andalannya, NewJeans. Tuduhan tersebut dibantah keras oleh Min, yang menyebutnya sebagai tuduhan tidak berdasar dan secara struktural mustahil mengingat HYBE menguasai mayoritas saham ADOR.

HYBE kemudian memutus perjanjian pemegang saham pada Juli 2024 dan memberhentikan Min sebagai CEO ADOR dua bulan berselang. Pada November 2024, Min resmi mengeksekusi put option dan menggugat HYBE untuk pembayaran haknya.

Pengadilan menegaskan bahwa kepemilikan 80 persen saham ADOR oleh HYBE justru membuktikan tidak adanya kemungkinan pengambilalihan sepihak oleh Min, sekaligus melemahkan tuduhan pelanggaran kepercayaan yang diajukan perusahaan.

Masih Ada Gugatan Lain

Meski memenangkan gugatan utama ini, perjalanan hukum Min Hee-jin belum sepenuhnya berakhir. Beberapa gugatan perdata lain masih berjalan, termasuk tuntutan ganti rugi yang diajukan ADOR serta sejumlah label afiliasi HYBE.

Namun pada Juli 2025, Min telah dinyatakan bebas dari tuduhan pidana pelanggaran kepercayaan setelah penyelidikan panjang tidak menemukan unsur tindak pidana.

Putusan 12 Februari ini menjadi kemenangan finansial dan simbolik terbesar bagi Min Hee-jin sejauh ini, sekaligus memperkuat posisinya bahwa hak-haknya sebagai kreator dan pemegang saham tetap sah meski telah disingkirkan dari kursi CEO.

Baca:Bintang Dawson’s Creek James Van Der Beek Meninggal Dunia di Usia 48 Tahun

Share Here: