
Kemenhaj Siagakan Tim Mobile Crisis Rescue di Kawasan Jamarat Mina
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiagakan tim Mobile Crisis Rescue (MCR) di kawasan Jamarat, Mina, untuk memperkuat respons darurat selama fase puncak ibadah haji.
Juru Bicara Kemenhaj Maria Assegaff menjelaskan, MCR adalah tim khusus dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji yang bertugas memberikan pertolongan pertama, melakukan evakuasi darurat, dan membantu mengurai kepadatan jemaah selama pelaksanaan lontar jumrah pada hari Tasyrik.
“MCR dibentuk khusus untuk merespons kondisi darurat, termasuk memberikan penanganan bagi jemaah yang pingsan, tersesat, mengalami kelelahan ekstrem, hingga melakukan evakuasi bagi jemaah lanjut usia dan penyandang disabilitas,” kata Maria di Jakarta, Kamis (28/5/2026).
Posko MCR ditempatkan di titik-titik strategis di area Jamarat dan rute perlintasan jemaah agar petugas dapat memantau situasi secara langsung dan merespons cepat setiap kondisi darurat.
Untuk memperkuat layanan selama fase Mina, Kemenhaj juga menyiagakan 1.356 petugas Satgas Mina yang ditempatkan di sejumlah pos pantau, jalur pergerakan jemaah, pos rute Jamarat, serta pos koordinator tanazul.
Terkait jadwal lontar jumrah, pada 11 Dzulhijjah pelaksanaan dijadwalkan dalam dua sesi: pukul 17.00–24.00 dan dilanjutkan 12 Dzulhijjah pukul 00.00–04.00 waktu Arab Saudi. Waktu larangan melontar pada 11 Dzulhijjah berlaku pukul 11.00–18.00.
Pada 12 Dzulhijjah, lontar dijadwalkan pukul 05.00–10.30 dan 18.00–24.00, dengan waktu larangan pukul 11.00–14.00. Sementara pada 13 Dzulhijjah, pelaksanaan lontar dijadwalkan pukul 05.00–12.00 tanpa waktu larangan khusus.
Maria mengimbau seluruh jemaah untuk bergerak secara berkelompok, mengikuti jadwal resmi, dan tidak memaksakan diri. Jemaah juga diminta mewaspadai cuaca panas, memperbanyak minum air putih, dan memberikan perhatian ekstra kepada jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta mereka yang berisiko tinggi secara kesehatan.
“Pelindungan jemaah adalah prioritas. Keselamatan jemaah harus menjadi perhatian bersama,” tegas Maria.



