Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Tingkatkan Ekspor

Pelemahan Rupiah Jadi Momentum Tingkatkan Ekspor

Jakarta – Pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah harus menjadi momentum untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke negara-negara lain, di samping pasar Amerika Serikat (AS).

“Karena harga barang kita lebih kompetitif, yang sekarang sedang digalakkan Pemerintah,” kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (9/4/2025).

Dengan pelemahan nilai tukar rupiah ini, Muzani mengatakan bahwa Presiden Prabowo Subianto beriktikad memperluas pasar ekspor Indonesia dalam lawatan luar negerinya ke 5 negara di kawasan Timur Tengah, yaitu Uni Emirat Arab (UAE), Turki, Mesir, Qatar, dan Jordania.

“Untuk mencari pasar baru itu sebetulnya Pak Prabowo hari ini juga pergi, berangkat ke lima negara untuk menjadikan hubungan bilateral negara itu menjadi negara-negara yang bisa menyerap produk Indonesia lebih banyak lagi,” ujarnya.

Muzani mengatakan, tak menutup kemungkinan pula dalam lawatannya, Presiden Prabowo berbicara dengan lima kepala negara tersebut perihal respons atas kebijakan resiprokal Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden AS Donald Trump. “Nanti Pak Prabowo akan bicara banyak dengan negara-negara yang akan dikunjungi,” kata dia.

Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan hari Rabu pagi di Jakarta melemah sebesar 20 poin atau 0,21 persen menjadi Rp16.911 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.891 per dolar AS.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto telah berangkat dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu dini hari, untuk mengawali rangkaian lawatan luar negerinya ke 5 negara di kawasan Timur Tengah, yaitu Uni Emirat Arab (UAE), Turki, Mesir, Qatar, dan Jordania.

Pesawat Kepresidenan PK-GRD yang mengangkut Presiden Prabowo beserta rombongan lepas landas sekitar pukul 01.00 WIB dan dijadwalkan mendarat di Abu Dhabi, UAE, pukul 06.00 waktu setempat.

Share Here: