NTT Kembali Diguncang Gempa Susulan M5,2 Pagi Ini, Korban Meninggal Capai 47 Orang

NTT Kembali Diguncang Gempa Susulan M5,2 Pagi Ini, Korban Meninggal Capai 47 Orang

Rangkaian gempa susulan masih terus mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan intensitas yang bervariasi. Terbaru, sebuah gempa dengan magnitudo 5,2 tercatat mengguncang wilayah tersebut pada Minggu (16/8/2026) pagi.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut terjadi pada pukul 06.12.54 WIB dengan pusat gempa berada di 84 kilometer arah timur laut Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, pada kedalaman 10 kilometer. BMKG memastikan gempa susulan ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, sebelumnya mengungkapkan bahwa hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 14.00 WIB, tercatat sudah ada 235 kali gempa susulan dengan rentang magnitudo antara 2,5 hingga 6,2. Mayoritas aktivitas gempa tersebut terkonsentrasi di wilayah utara Pulau Flores.

Faisal menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan grafik frekuensi gempa dari waktu ke waktu, aktivitas gempa susulan hingga saat ini belum menunjukkan tanda-tanda peluruhan. Menurutnya, kondisi tersebut masih tergolong wajar dalam rangkaian gempa berskala besar, mengacu pada pengalaman kejadian serupa sebelumnya, termasuk gempa yang pernah terjadi di Maluku Utara, di mana proses peluruhan gempa susulan umumnya membutuhkan waktu sekitar dua hingga tiga minggu.

Atas dasar itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan munculnya gempa susulan dalam beberapa pekan mendatang, mengingat proses peluruhan aktivitas gempa diperkirakan baru akan terjadi setelah periode tersebut berlalu.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan pembaruan data sementara jumlah korban jiwa akibat gempa yang mengguncang NTT. Berdasarkan data hingga Sabtu pukul 18.48 WIB, tercatat total korban meninggal dunia mencapai 47 orang.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, merinci sebaran korban jiwa tersebut meliputi 24 orang di Kabupaten Manggarai, 17 orang di Manggarai Timur, tiga orang di Sikka, serta masing-masing satu orang di Manggarai Barat, Ngada, dan Ende.

Selain korban meninggal, petugas gabungan juga terus melakukan evakuasi dan penanganan medis terhadap sejumlah korban yang mengalami luka-luka akibat bencana tersebut.

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha