
Musim Hujan Belum Usai, BMKG Warning Ada Siklon Tropis PENHA
Jakarta – Beberapa hari terakhir sejumlah wilayah di Indonesia dilalui tanpa ada turunnya hujan. Meski begitu, musim penghujan belum selesai. BMKG warning adanya siklon tropis PENHA. Pun juga siklon tropis 98P masih mengintai.
BMKG memberi peringatan cuaca ekstrem di tiga provinsi. Hal itu lantaran bibit siklon tropis 94W berkembang menjadi siklon tropis PENHA.
“Siklon tropis PENHA berkembang dari bibit siklon tropis 94W yang tumbuh sejak 2 Februari 2026 pukul 13.00 WIB di Samudra Pasifik sebelah utara Papua dan mencapai intensitas siklon tropis pada 4 Februari 2026 pukul 19.00 WIB,” tulis BMKG, Kamis (5/2).
BMKG menyebut siklon PENHA memiliki kategori 1 dan berada di laut Filipina sebelah utara Maluku Utara. Siklon itu bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan 11 knots dan menjauhi wilayah Indonesia.
“Kekuatan 35 Knots (65 Km/jam). Tekanan 1.000 hPa. Kategori 1,” tulis BMKG.
BMKG memprediksi siklon tersebut konsisten dalam kategori 1 selama 24 jam ke depan. BMKG mengatakan siklon tropis PENHA memberi dampak tidak langsung dalam 24 jam ke depan terhadap kondisi cuaca dan wilayah perairan di Indonesia.
Sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem antara lain Maluku Utara Sulawesi Utara, dan Gorontalo.
Selain siklon PENHA, BMKG mengingatkan potensi cuaca ekstrem akibat bibit siklon tropis 98P. Wilayah berpotensi terdampak cuaca ekstrem yakni Nusa Tenggara Timur (NTT).
Baca:Menkop Minta Koperasi Merah Putih Jadi Supplier MBG



