
Muncul ‘Angin Ribut’ Gegara Bibit Siklon 92W
Jakarta – Belakangan ini muncul cuaca ekstrem salah satunya angin kencang di sejumlah daerah. ‘Angin ribut’ ini muncul pada pagi hingga petang hari dan membuat sejumlah kerusakan seperti pohon tumbang, bangunan rusak, bahkan merusak tanaman padi yang tengah tumbuh. Efek Bibit Siklon 92W?
BMKG melaporkan keberadaan Bibit Siklon Tropis 92W yang terpantau di Laut Filipina Timur, sebelah utara Papua Barat Daya, memicu kondisi cuaca yang signifikan di sejumlah daerah di tanah air.
“ini berpotensi berkembang menjadi siklon tropis dalam kategori sedang hingga tinggi dalam 48-72 jam ke depan,” ujar Prakirawan BMKG Miftah Ali, dalam siaran prakiraan cuacanya, kamis (23/7).
BMKG menyebutkan bibit siklon tersebut memiliki tekanan minimum sekitar 1.004 hektopaskal, kecepatan angin maksimum 25 knot, dan bergerak ke arah barat laut.
Keberadaan sistem itu membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di pesisir timur Filipina, Laut Filipina, Samudra Pasifik timur Filipina hingga Laut Sulawesi, serta di sekitar pusat bibit siklon.
BMKG juga mencatat adanya kondisi atmosfer lokal yang labil di sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi tersebut meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, terutama di sekitar bibit siklon maupun di sepanjang daerah konvergensi dan konfluensi.
BMKG memperkirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di Tanjung Pinang dan Tanjung Selor. Adapun kondisi berawan hingga berawan tebal diprakirakan menyelimuti Banda Aceh, Pekanbaru, Bengkulu, Palembang, dan sebagian besar wilayah Pulau Jawa. Udara kabur diprakirakan terjadi di Bandar Lampung, sedangkan kondisi kabut atau asap berpotensi terjadi di Padang dan Jambi.
BMKG mengimbau masyarakat mengantisipasi potensi cuaca ekstrem ini dalam setiap aktivitasnya.
Baca:BMKG Minta Waspadai Siklon Bavi Picu Angin dan Gelombang Tinggi



