
Muhammadiyah Khawatir Pelibatan TNI Di Program MBG
reporter-channel – Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum, HAM dan Hikmah, Busyro Muqoddas, mengkhawatirkan pelibatan TNI dalam program makan bergizi gratis (MBG).
“Kehadiran tentara dalam program andalan Presiden Prabowo Subianto itu justru dapat merusak relasi TNI dan masyarakat,” kata Busyro dengan lugas,
Kekhawatiran itu disampaikan Busyro saat Diskusi Publik dan Peluncuran Laporan “Yang Lapar Siapa? Yang Kenyang Siapa? Mitigasi Risiko Program Makan Bergizi Gratis” lewat Zoom, Senin (30/12/2024). “Apakah akan mengandalkan aparat pemerintah saja? Apalagi TNI dilibatkan, percaya kita?,” tanya Busyro retoris.
Menurut bekas Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu, pelibatan TNI tidak lepas dari kecenderungan pemerintahan Prabowo Subianto yang semakin otoriter dan sentralistik. “Saya khawatir kalau TNI, mungkin kalau Polri ditarik-tarik (dilibatkan ke makan gratis), akan merusak imej kepercayaan rakyat,” ujarnya.
Sikap Busyro ini berdasarkan pada pengalaman buruknya dengan TNI pada masa Orde Baru. Saat itu, TNI menjadi alat represi warga dan aktivis yang menyuarakan kehendak rakyat.
“Saya khawatir berat karena saya punya pengalaman di era Orde Baru. Beberapa kali diperiksa intelijen, TNI terutama,” kata dia.
Busyro khawatir, apa yang terjadi di masa lalu akan berulang melalui program Makan Bergizi Gratis. Karena itu ia mengingatkan pada sejumlah kasus dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) maupun korupsi bahan pokok.
“Skandal immoralitas harus dihindari pemerintahan Prabowo,” kata Busyro.
Di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto ini, TNI berperan penting dalam Program Makan Bergizi Gratis. Bahkan, mayoritas pejabat Eselon I di Badan Gizi Nasional diisi banyak purnawirawan TNI. Sementara, posisi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional dijabat Mayor Jenderal TNI (Purn.) Lodewyk Pusung.
Presiden Prabowo mengakui bahwa dirinya akan melibatkan prajurit TNI untuk melancarkan Program Makan Bergizi Gratis. Program populis ini akan dimulai pada 2 Januari 2025 nanti. Untuk memperkuat langkah itu, TNI telah merekrut dan mendidik sekitar 2.000 personel untuk mendukung program makan gratis ini.
Personel TNI yang direkrut adalah Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Mereka dididik di Akademi Militer dan Pusat Kesenjataan Infanteri (Pusenif). Para personel TNI ini akan mendukung Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.
Selain itu, TNI juga menyiapkan markas komando dari berbagai matra untuk mengelola dapur umum. Ada sekitar 351 Komando Distrik Militer (kodim) dari TNI AD, 14 Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) dari TNI AL, dan 41 Pangkalan TNI Angkatan Udara (lanud) dari TNI AU yang disiapkan.
Menurut Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, TNI menjadi salah satu mitra yang dapat membantu kesuksesan program makan gratis pemerintah. Sebab, TNI memiliki struktur organisasi yang kuat hingga tingkat bawah di level kecamatan dan desa.
Karena itu, TNI dianggap mampu membantu dalam operasionalisasi program makan bergizi gratis itu. Misalnya, menyiapkan lahan atau fasilitas yang dibutuhkan.
“Mitra operasional dan kebijakan menyiapkan lahan, salah satunya TNI, karena mereka punya struktur di bawah,” kata Dadan di Jakarta beberapa pekan lalu.



