
Megawati: Ada Yang Akan Mengganggu Kongres PDI Perjuangan
reporter-channel – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPP PDIP) Megawati Soekarnoputri mengaku, dirinya sudah mencium adanya gelagat pihak-pihak tertentu yang akan mengganggu jalannya Kongres PDI Perjuangan yang akan digelar pada tahun 2025 nanti.
“Karena aku juga ada nih, berita nanti di kongres. Karena sekarang kurang bisa berhasil, katanya, di kongres juga mau ‘diawut-awut’, saya sengaja nih supaya pada kedengaran dah, coba kamu ‘awut awut’ partai saya,” kata Megawati saat menjadi pembicara kunci dalam Peluncuran dan Diskusi Buku Berjudul: Pilpres 2024 Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis di Jakarta, Kamis (12/12/2024).
Megawati tidak menjelaskan secara rinci pihak mana yang diduga akan mengganggu jalannya Kongres PDI Perjuangan pada 2025. Presiden Ke-5 Republik Indonesia ini juga tidak menjelaskan secara rinci apa penyebab munculnya gerakan lain yang akan mengganggu jalannya kongres tahun depan.
Pada Kongres tersebut, PDI Perjuangan akan menggelar beberapa agenda strategis. Salah satunya, pemilihan Ketua Umum PDI Perjuangan. Namun, sampai saat ini Mega belum memutuskan apakah akan kembali maju sebagai ketua PDI Perjuangan. “Sekarang masih keren diminta oleh seluruh anggota partai secara aklamasi. Kalau ada nanti kongres ibu musti jadi lagi. Enak saja, memangnya saya enggak boleh pensiun?” kata Mega.
Sementara itu, pada bagian lain Megawati mengaku dirinya mendukung salah satu program Presiden Prabowo Subianto yakni makan bergizi gratis (MBG). “Katanya mau kasih makanan gratis, setuju saya, beneran,” ujarnya. Walau mendukung, Mega memberikan beberapa catatan terhadap program itu. Salah satu catatan yang diberikan yakni anggaran makan bergizi gratis yang hanya Rp 10.000 per porsi.
Kata Mega, anggaran itu kurang cukup untuk membeli makanan dengan kaya gizi. Belum lagi jika terjadi kenaikan harga bahan pokok seperti bawang dan cabai. “Kuhitung Rp 10.000 toh, ye apa toh. Sekarang harga harga naik. Eh mas Bowo (Prabowo Subianto) dengerin nih tolong deh suruh dihitung lagi,” ujarnya. Saran ini, menurut Mega, patut dipertimbangkan, guna memaksimalkan kualitas makanan dari program makan bergizi gratis.
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan biaya MBG Rp10.000 hanya rata-rata sesuai hasil uji coba selama 11 bulan di Sukabumi, Jawa Barat. “Pak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rata-rata saja, sesuai hasil uji coba 11 bulan di Sukabumi,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat di Jakarta, Selasa (3/12).
Dadan mengatakan bahwa BGN hanya menyediakan anggaran untuk bahan baku dan menu harian yang dibayarkan sesuai bukti pengeluaran riil, tidak untuk makanan matang. “Mekanisme BGN tidak membeli makanan matang, tetapi membuat menu harian dan bahan baku untuk menu harian dibayar at cost,” ujarnya.
BGN, kata Dadan, tetap mengutamakan standar komposisi gizi untuk setiap makanan bergizi gratis yang diberikan. Standar komposisi gizi tetap diutamakan. Dadan juga menjelaskan bahwa dana Program MBG dikelola secara terpusat oleh BGN dan subsidi silang dilakukan secara internal. “Dana dikelola terpusat di Badan Gizi Nasional, subsidi silang dilakukan internal, dan sekali lagi BGN tidak membeli paket makan, tetapi bahan baku at cost,” tutur Dadan.
Soal anggaran tahunan, menurut Dadan, alokasi anggaran tetap sesuai APBN yang telah disahkan sebesar Rp71 triliun. Sementara itu pada Desember 2024 ini, uji coba nasional diselenggarakan di 150 titik di seluruh Indonesia, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Papua, dan daerah lain di luar Jawa. “Sekarang petugasnya sudah turun ke lapangan. Mereka sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk uji coba ini,” ujar Dadan.
Hasil uji coba ini akan menjadi dasar untuk menetapkan indeks harga rata-rata per porsi di berbagai wilayah. “Nanti kita akan dapatkan, di Papua berapa? Di Maluku berapa? Di Ternate berapa? Di Manado berapa? Di NTT berapa? Kita akan dapatkan datanya dari situ,” kata Dosen Institut Pertanian Bogor itu.



