
Massa Geruduk UGM Minta Bukti Keaslian Ijazah Jokowi
Yogyakarta – Ratusan orang menggelar unjuk rasa di depan kampus Universitas Gajah Mada menuntut pihak kampus buktikan keaslian ijazah mantan Presiden RI Jokowi. Massa yang menamakan diri Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) langsung menggeruduk gedung Fakultas Pertanian UGM, Selasa pagi (15/04/2025).
Massa yang tiba sekira pukul 07.30 WIB meneriakkan agar kampus menunjukkan bukti keaslian ijazah Jokowi. Empat perwakilan massa kemudian masuk ke ruang Fakultas Kehutanan beradiensi dengan piihak rektorat membahas ijazah Jokowi. Keempat perwakilan massa adalah Tifauzia, Roy Suryo, Rismon Hasiholan, Syukri Fadholi.
“(Klarifikasi) tentang keasliannya itu. Keaslian ijazah yang beredar itu lho, fotokopi yang beredar. Tetapi karena Pak Jokowi kan belum menyerahkan itu semuanya di pengadilan,” kata Syukri Fadholi.
Fadholi juga mengatakan jika memang Joko Widodoi punya ijazah maka tunjukkan saja. “Saya yakin kalau itu (ijazah) diserahkan, selesai masalahnya,” tambah Fadholi.
Menanggapi tudingan ijazah Jokowi adalah palsu, pihak UGM mengatakan Joko Widodo (Jokowi) tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan UGM dan telah menyelesaikan studinya.
“Dalam kapasitas kami UGM, memberikan informasi bahwa Joko Widodo itu tercatat dari awal sampai akhir melakukan tridharma perguruan tinggi di Universitas Gadjah Mada. Dan kami memiliki bukti-bukti, surat-surat, dokumen-dokumen yang ada di Fakultas Kehutanan,” kata Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Wening Udasmoro
Wening menegaskan, pihkanya punya dokumen lengkap mulai dari ijazah SMA saat mendaftar hingga ujian skripsi Joko Widodo. “Kami memiliki ijazah STTB waktu SMA, kemudian dokumen-dokumen lain, termasuk proses verbal ketika ujian skripsi. Dan kami tadi juga membawa skripsi beliau,” tuturnya.
Wening Keaslian ijazah Jokowi juga diperkuat oleh keterangan teman-teman seangkatan Jokowi yang hadir dalam audiensi bersama massa dari TPUA. Teman-teman Jokowi membawa sejumlah dokumen untuk membuktikan keaslian ijazah Joko Widodo.
Namun, tidak serta merta ijazah Jokowi bisa ditunjukkan ke publik begitu saja. Sekretaris UGM Andi Sandi menyatakan tidak semua dokumen bisa diakses publik seperti halnya skripsi yang bisa dibuka di perpustakaan. Karena ini terkait dengan dokumen pribadi maka harus ada permintaan resmi dari aparat penegak hukum atau pengadilan.
“Kami juga mempunyai kewajiban untuk melindungi data pribadi setiap orang yang menjadi mahasiswa dan alumni kami. Jadi, ini tidak hanya spesifik orang tertentu, tidak. Akan tetapi, kami menjaga itu,” tegas Andi.



