
Asosiasi Travel Umroh Ngeluh Ongkos Tiket Pesawat Melonjak Gila-Gilaan, Maskapai Cuek
Jakarta – Anda hendak berangkat umroh? Siap-siap merogoh kocek lebih dalam lagi. Hal ini lantaran ongkos berangkat umroh dipastikan lebih mahal dari biasanya sebagai imbas dari kenaikan biaya operasional maskapai yang dibebankan dalam bentuk tiket pesawat. Asosiasi penyelenggara travel melaporkan banyak calon jamaah umroh memilih mundur akibat tercekik kenaikan biaya ini.
Menurut sekjen Amphuri, Zaky Zakaria, pihaknya berupaya menyampaikan kondisi ini pada sejumlah maskapai penerbangan dalam negeri, termasuk Garuda Indonesia. Namun sayangnya, langkah itu tidak menuai hasil yang memuaskan. Pihak maskapai tidak memberikan jalan keluar soal biaya tiket pesawat yang melonjak gila-gilaan.
Zaky menyoroti pihak maskapai yang terlalu membebankan ongkos operasional pesawat seperti biaya avtur dan lain-lain ke dalam tiket jamaah umroh. Bahkan ia membandingkan, kenaikan gila-gilaan itu jauh melampaui ongkos tiket pesawat dengan perjalanan jarak jauh seperti Jakarta-Paris, Jakarta-Roma.
Pihaknya membeberkan, kenaikan tiket umroh maskapai Lion misalnya, rata rata kenaikan 4-6.5juta, sementara Garuda kenaikan rata rata 3.5juta rupiah. Angka ini jauh dengan maskapai regional timur tengah seperti Oman Air hanya naik Rp320 ribu – Rp830 ribu. Sementara MH dan Airasia kenaikan tidak signifikan, serta penerbangan Arab lain seperti Qatar, Etihad dll, mengklaim tidak ada kenaikan harga.
“Ini memunculkan persepsi di masyarakat bahwa sektor umrah mengalami kenaikan yang tidak proporsional, dan jamaah umrah menjadi market yang paling mudah dibebankan kenaikan harga (oleh maskapai),” ujar Zaky keheranan.
Pihaknya memahami dengan problem berat yang dihadapi maskapai di tengah harga avtur dan komponen lain yang melonjak. Namun ia berharap beban krisis ini jangan sampai ditimpakan sepenuhnya pada jamaah dan penyelenggara umroh, hanya karena load factor penerbangan umroh yang sangat tinggi.
Amphuri juga mengharapkan pemerintah memberikan perhatian khusus misal adanya relaksasi seperti penyesuaian harga avtur, airport tax, biaya ground handling, maupun insentif khusus penerbangan umroh lainnya.
Baca:Jamaah Haji Indonesia Bisa Cek Zad Al-Hajj, Saudi Bikin Kelas Khusus Haji Di Masjid Quba



