
Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau, Rombongan Jurnalis Hilang Kontak Di Selat Sunda
Jakarta – Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki mengatakan tim gabungan terus mencari kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis, yang hilang kontak di Selat Sunda.
Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak saat rombongan melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Kabupaten Pandeglang, Banten.
Hengki mengatakan operasi pencarian dihentikan sementara karena cuaca dan gelombang membahayakan.
Pencarian itu melibatkan Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Banten, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas, TNI, serta tim terpadu penanggulangan bencana.
“Sudah mulai melakukan pencarian dari Polair kita bersama Basarnas, sama tim terpadu dari penanggulangan bencana, semua sudah membantu mencari itu,” kata Hengki, dikutip dari Antara, Selasa (8/9).
Kapolda mengatakan keberadaan rombongan belum dapat dipastikan setelah kehilangan kontak. Tim masih mengumpulkan informasi untuk memastikan kondisi mereka.
Hengki mengatakan tim sempat melakukan pencarian, tetapi operasi dihentikan menjelang malam karena kondisi cuaca semakin buruk, termasuk gelombang tinggi dan angin kencang.
Ia menegaskan aparat bersama tim gabungan akan melanjutkan pencarian dengan mempertimbangkan kondisi keselamatan di lapangan.
Ia juga meminta setiap informasi baru mengenai keberadaan orang yang hilang segera dikoordinasikan agar proses pencarian dapat dilakukan berdasarkan informasi yang akurat.
Sementara itu, Direktur Polairud Polda Banten Komisaris Besar Polisi Eko Hartanto mengatakan pencarian akan dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi dengan melibatkan kapal Basarnas dan unsur lainnya.
Ia mengatakan kapal Basarnas berukuran panjang sekitar 40 meter digunakan karena lebih memadai untuk mendukung pencarian di tengah kondisi perairan yang masih berisiko.
Menurut ia, tim gabungan sebelumnya melakukan pencarian di sekitar delapan mil dari Pantai Carita. Namun, kondisi jarak pandang yang terbatas, gelombang tinggi, dan aktivitas erupsi membuat kapal kembali bersandar.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa rombongan jurnalis tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB, namun akhirnya hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat diduga 6°14’40.52″S dan 105°40’49.48″T.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai Selasa petang pukul 18.15 WIB, tim yang bertugas menjangkau sampai Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.
Operasi pencarian diagendakan berlanjut pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.
Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian, di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Baca:Ada Erupsi Gunung Anak Krakatau, AS Terbitkan Travel Advice Level 2 Bagi Warganya



