
Larangan Impor Pangan Pertimbangkan Proyeksi Produksi 2025
Jakarta – Keputusan pemerintah melarang impor 4 komoditas pangan telah mempertimbangkan produksi tahun ini, yang diproyeksikan meningkat. Empat komoditas pangan itu adalah beras konsumsi, garam konsumsi, gula konsumsi, serta jagung untuk pakan ternak.
“Kebijakan tidak impor diputuskan dalam Rakortas (Rapat Koordinasi Terbatas) tingkat menteri dipimpin Menko Pangan dengan melihat proyeksi produksi 2025 meningkat dan stok akhir tahun 2024 cukup untuk memenuhi kebutuhan sebelum musim panen,” kata Direktur Ketersediaan Pangan Badan Pangan Nasional Indra Wijayanto, di Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Menurut Indra, stok beras akhir tahun 2024 dalam proyeksi neraca pangan tercatat sebesar 8,1 juta ton. Angka ini termasuk Cadangan Beras Pemerintah yang ada di gudang Bulog sekitar 2 juta ton.
Sedangkan untuk produksi tahun ini, Kementerian Pertanian (Kementan) memprediksi produksi gabah setara beras pada kuartal pertama 2025 mencapai sekitar 9 juta ton. Puncak panen raya diperkirakan terjadi pada Maret mendatang, bertepatan dengan bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri.
“Untuk jagung, stok akhir tahun 2024 sekitar 4,1 juta ton dan stok gula 1,4 juta ton di gudang pabrik gula,” ujar Indra Wijayanto.
Sementara stok garam rakyat menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terdapat sisa stok 836 ribu ton dari tahun lalu dan rencana produksi dalam negeri sebanyak 2,25 juta ton pada 2025. Dengan demikian, jumlah tersebut sudah memenuhi 63 persen dari total kebutuhan dalam negeri.
Pada Kamis, 16 Januari 2025 kemarin, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah telah memberlakukan larangan impor bagi 4 komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula, dan garam. Ia berharap larangan impor ini dapat mewujudkan cita-cita Indonesia untuk swasembada pangan. “Sebab, Indonesia sangat potensial untuk melakukan hal itu.
Pemerintah juga berkomitmen untuk terus berupaya memperkuat kapasitas para petani dengan memberikan penyuluhan, dukungan finansial, revisi regulasi, pemberian bibit unggul, hingga penguatan rantai pasok.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa luas panen padi 2024 diperkirakan sekitar 10,05 juta hektare dan produksi beras untuk konsumsi pangan penduduk diperkirakan 30,34 juta ton.
Adapun luas panen komoditas jagung diperkirakan sebesar 2,58 juta hektare, meningkat 4,34 persen dibandingkan luas panen pada 2023 yang sebesar 2,48 juta hektare, dengan produksi jagung pipilan kering berkadar air 14 persen diperkirakan sebesar 15,21 juta ton.
Baca dong: https://reporter-channel.com/menko-pangan-zulkifli-stok-beras-nasional-8-juta-ton/



