
Korban Banjir Banyak, Pemkot Medan Balikin Bantuan 30 Ton Beras Dari UEA Gara-Gara Alasan Ini
Jakarta – Yang ini bikin gak habis pikir. Di saat penanganan korban bencana banjir dan longsor Aceh Sumatera butuh penanganan cepat, justru bantuan yang diperlukan segera malah terkendala birokrasi aturan. Contoh terbaru, pemerintah Kota (Pemkot) Medan bahkan harus mengembalikan bantuan 30 ton beras yang diberikan Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) bagi korban bencana banjir di wilayah Medan. Alasannya bikin geleng-geleng kepala.
Menurut Walikota Medan Rico Waas, pihaknya mengembalikan 30 ton beras sebagai donasi dari UEA yang diterimanya beberapa pekan lalu.
Rico menyebut pengembalian tersebut dilakukan usai pihaknya mengecek regulasi dari Pemerintah Pusat.
“kita sudah cek tentang regulasi dan penyampaian. Kita cek BNPB juga, dan Kementerian Pertahanan bahwasanya memang melalui koordinasi semua, ini tidak diterima dulu,” mengutip keterangan Rico, pada kamis (18/12).
Pihak pemkot medan menurut Rico, ikut aturan prosedur yang diterapkan pemerintah. Rico menyatakan pengembalian tersebut dilakukan lantaran pemerintah pusat memang tidak mengizinkan bantuan dari asing untuk korban bencana. Rico tidak menjelaskan terkait teguran dari pihak Pemerintah Provinsi Sumatra Utara atas bantuan 30 ton beras yang diterima sebelumnya oleh Rico.
“Karena memang pemerintah belum atau tidak menerima bantuan dari pihak asing. Jadi kita kembalikan dan nantinya bisa dimanfaatkan lagi. Tapi untuk Kota Medan tidak menerima,” ucap Rico.
Bantuan berupa 30 ton beras dari Pemerintah UEA bagi korban banjir diserahkan pada pemkot Medan sebelumnya. Tidak hanya itu, donasi Pemerintah UEA juga berupa 300 paket masing – masing berupa; sembako, perlengkapan bayi dan perlengkapan ibadah salat.
“Nantinya bantuan ini akan dibagikan kepada warga Kota Medan yang terdampak banjir. Kota Medan sendiri belum pulih secara keseluruhannya, masyarakat masih banyak yang terdampak,” ujar Rico Waas melalui keterangan tertulis, pada Minggu (14/12) sebelumnya.
Bantuan Asing Ditolak?
Pada Rapat Kabinet Senin (15/12) di Jakarta, Presiden Prabowo Subianto mengaku dihubungi sejumlah kepala negara sahabat untuk tawaran bantuan bencana banjir-longsor di Aceh Sumatera. Presiden prabowo mengapresiasi bantuan tersebut, tapi dia menegaskan Indonesia mampu menangani bencana di Sumatera.
Awalnya Prabowo mengapresiasi langkah inisiatif para pembantunya di Kabinet Merah Putih, dalam menangani bencana banjir-longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Presiden prabowo kemudian mengungkapkan ada tawaran bantuan dari kepala negara sahabat.
“Sehingga, saya ditelepon banyak pimpinan kepala negara ingin kirim bantuan. Saya bilang ‘Terima kasih concern Anda, kami mampu’. Indonesia mampu mengatasi ini,” kata Prabowo.
Korban terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh Sumatera kini berpacu dengan waktu. Mereka bergantung pada suplai kebutuhan sandang pangan dari pemerintah maupun masyarakat penyumbang apakah itu dalam ataupun luar negeri.
Dengan kondisi seperti ini, cukup disayangkan jika bantuan yang benar-benar urgent justru terkendala birokrasi aturan yang lambat. Terlebih lagi sekedar omon-omon gengsi. Nasib nyawa orang ini bung.
Baca:KemenLH Segel 4 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera, Bakal Bertambah?



