
Ketemu MSCI, OJK-BEI Kasih Proposal Ini
Jakarta – Sepeninggal pimpinan lama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ramai-ramai mengundurkan diri pekan lalu, Direksi sementara kedua lembaga bertemu dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Mereka mengajukan proposal transparansi bursa.
BEI dan OJK menggelar pertemuan secara virtual dengan MSCI. Dalam pertemuan tersebut, OJK-BEI mengajukan proposal solusi terhadap sejumlah tuntutan transparansi yang diminta MSCI.
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon (PMDK) OJK, Hasan Fawzi, mengatakan proposal tersebut mencakup dua poin utama.
Pertama, pengungkapan ultimate beneficial ownership (UBO) atau penerima manfaat akhir.
Kedua, terkait likuiditas yang mendorong peningkatan free float yang tengah didorong oleh OJK dalam waktu dekat. Ia menyebut, otoritas pasar modal juga telah menyiapkan sejumlah aksi untuk mendorong hal tersebut.
“OJK bersama, Bursa, dan KSEI telah mengajukan proposal solusi yang pada prinsipnya menjawab keseluruhan concern dan isu yang terkait 2 hal utama tadi. Kemudian kami sudah memiliki rencana untuk melakukan pemenuhan atas semua isu yang terkait,” ungkap Hasan, Senin (2/2).
OJK dan BEI juga akan melakukan pengungkapan kepemilikan saham dengan porsi di bawah 5% hingga 1%. Selain itu, OJK dan BEI juga akan lebih merinci klasifikasi investor yang selama ini dikelola oleh KSEI.
Terkait klasifikasi investor, akan ada 27 sub-tipe investor yang akan mengungkapkan penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham emiten. Terakhir, OJK dan BEI juga telah mengajukan proposal terkait rencana kenaikan free float saham dari 7,5% ke 15% secara bertahap.
“Diskusi pada pertemuan itu berlangsung dengan sangat baik dan kemudian kami mencanangkan akan dilakukan kembali pembahasan di level pertemuan di tingkat teknis,” jelasnya.
Baca:IHSG Anjlok, Menkeu Purbaya: Serok Bawah!



