
Kebakaran Hutan dan Lahan Gunung Bromo Akhirnya Padam Usai 12 Hari Berjuang
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada Jumat (14/8/2026), setelah 12 hari upaya pemadaman dilakukan oleh tim gabungan menghadapi kondisi api, asap, angin kencang, hingga medan yang cukup sulit dijangkau.
Berdasarkan hasil pemantauan tim gabungan, baik melalui udara menggunakan helikopter dan drone, maupun penyisiran darat, hingga saat ini sudah tidak ditemukan lagi titik api aktif di kawasan tersebut. Dua titik asap yang sempat muncul kembali di kawasan Pakis Bincil 1 dan Pakis Bincil 2 pada Jumat pagi juga telah berhasil dipadamkan melalui metode water bombing.
Berdasarkan data Pusdalops BPBD Jawa Timur, hingga memasuki hari ke-12 penanganan, luas area yang terdampak kebakaran di kawasan Gunung Bromo tercatat mencapai sekitar 1.120,3 hektare.
Dalam proses pemadaman, sejumlah armada turut dikerahkan, meliputi tiga unit helikopter, satu unit drone water spray, 11 unit mobil pemadam kebakaran, serta satu unit kendaraan taktis Komodo. Total water bombing yang dilakukan ketiga unit helikopter tercatat mencapai 35 sortie dengan 166 rit, dan volume air yang disemprotkan mencapai 477.500 liter.
Meski api telah dinyatakan padam, petugas gabungan dari Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BBTNBTS), TNI/Polri, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) masih terus melakukan kegiatan mop up atau penyisiran di lokasi bekas kebakaran. Kegiatan ini dilakukan dengan menyisir area, memastikan tidak ada lagi bara maupun titik panas yang berpotensi kembali menyala, serta melakukan penyiraman pada titik-titik yang masih memerlukan penanganan lebih lanjut.
Upaya pendinginan dan patroli tersebut terus dilakukan sebagai bagian dari proses penanganan pascakebakaran, sekaligus untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman sebelum dinyatakan pulih sepenuhnya.
Pihak Kementerian Kehutanan turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran ini, mulai dari BBTNBTS, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, MPA, hingga masyarakat dan relawan yang berjuang bersama menjaga kawasan Bromo.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap menjaga kewaspadaan meski api telah padam, dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas terdekat apabila menemukan asap atau titik api di kawasan tersebut.



