Kebakaran Hutan Gunung Bromo Sudah Empat Hari, Penyebabnya Belum Terungkap

Kebakaran Hutan Gunung Bromo Sudah Empat Hari, Penyebabnya Belum Terungkap

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) telah memasuki hari keempat, namun penyebab munculnya api masih belum bisa dipastikan. Seluruh tim di lapangan saat ini masih berkonsentrasi penuh pada upaya pemadaman, sementara penyelidikan penyebab kebakaran baru akan dilakukan setelah situasi berhasil dikendalikan.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, menjelaskan pihaknya belum bisa menarik kesimpulan apa pun soal pemicu kebakaran karena seluruh personel masih fokus menangani api yang terus meluas. Ia menyebut tim investigasi baru akan dibentuk setelah proses pemadaman rampung.

Menurut Endrip, api pertama kali muncul di kawasan Blok Bantengan yang masuk wilayah Kabupaten Lumajang. Lokasi tersebut bukan area wisata maupun jalur pendakian resmi, melainkan jalur trabasan kecil yang biasa dilewati warga sekitar.

Data terbaru Balai Besar TNBTS mencatat luas lahan yang sudah terbakar hingga Rabu (5/8/2026) malam mencapai sekitar 51 hektare, dengan kemungkinan bertambah karena api masih menyala di beberapa titik hingga Kamis (6/8/2026). Wilayah dengan dampak terparah berada di kawasan Watugede, Kabupaten Probolinggo.

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengungkapkan medan yang curam menjadi tantangan terbesar bagi petugas di lapangan. Titik api yang berada di lereng pegunungan sulit dijangkau sehingga proses pemadaman harus dilakukan bertahap agar kobaran tidak semakin meluas.

Sebanyak 257 personel gabungan diterjunkan dalam penanganan kebakaran ini, terdiri dari unsur BNPB, TNBTS, BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, BPBD Kabupaten Probolinggo, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI, Polri, aparat Kecamatan Poncokusumo, Pemerintah Desa Ngadas, Masyarakat Peduli Api (MPA), Paguyuban Jeep Wisata Gunung Bromo, hingga relawan. Peralatan yang dikerahkan meliputi satu unit truk pemadam milik TNBTS, satu mobil tangki portabel TNBTS, dan satu truk tangki dari BPBD Provinsi Jawa Timur.

Sadono menambahkan, rembetan api yang bermula dari Bukit Jantur atau Bantengan di wilayah Probolinggo kini telah melewati tugu perbatasan Kabupaten Malang-Lumajang dan mengarah ke wilayah Kabupaten Malang, dengan jarak sekitar 1,5 kilometer dari titik perbatasan tersebut.

Untuk mendukung proses pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan, Balai Besar TNBTS menutup sementara sejumlah akses masuk kawasan wisata Gunung Bromo, yakni melalui Pos Jemplang di Desa Ngadas, Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang. Penutupan berlaku sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga waktu yang belum ditentukan.

Share Here:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha