
Kala Gibran Ajak Mahasiswa Kunker MBG Dan KDMP, Hhmm..
Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka mengajak 5 orang mahasiswa dalam kunjungan kerjanya untuk meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Ende, NTT. Sepekan ke belakang, aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa mendesak pemerintah stop dan evaluasi MBG dan KDMP.
Kelima mahasiswa itu berasal dari Universitas Pelita Harapan, Universitas Sanata Dharma, Universitas Indonesia, Universitas Jenderal Soedirman, dan Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).
Wapres Gibran bersama 5 mahasiswa bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, kamis (18/6) pagi.
Wapres mengapresiasi para mahasiswa telah menyampaikan aspirasi secara damai dan dengan masukan yang konstruktif.
“Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua,” kata Gibran sebelum bertolak dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dilihat dari video resmi BPMI, jumat (19/6).
Menurut gibran, kunjungan itu bertujuan untuk memastikan pelaksanaan berbagai program prioritas pemerintah berjalan optimal sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat, sesuai dengannya arahan Presiden Prabowo Subianto.
Selama kunjungan kerja, Wapres dijadwalkan meninjau pelaksanaan program MBG di SMP Negeri 1 Ndona di Kabupaten Ende, NTT serta meninjau rencana pengembangan Koperasi Desa Merah Putih dan berdialog dengan masyarakat.
Wapres dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Gorontalo, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Selatan pada 18-21 Juni 2026.
Kunker Gibran Bersama 5 mahasiswa tidak ada yang spesial sebenarnya. Namun melihat konteks kekinian dan perspektif komunikasi politik, ajakan mahasiswa meninjau MBG dan KDMP di tengah desakan stop dan evaluasi program itu yang disuarakan dalam aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa belakangan, menjadi agenda terselubung wapres Gibran.
Apakah pencitraan? mungkin, atau manuver politik? bisa jadi, hanya gibran yang tahu, hhmm
Baca:Simak Kata Wapres Gibran Soal Desakan Stop Program MBG Dan KDMP, Manuver Politik?



