
Instruksi Presiden, Danantara Kaji Pengembangan LRT
Jakarta – Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria menjelaskan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara masih mengkaji pengembangan moda transportasi massal light rail transit (LRT) yang merupakan tindak lanjut dari perintah Presiden Prabowo Subianto.
“LRT tentu sedang kita kaji, karena ini bagian daripada integrasi moda mass transportasi yang sedang kita siapkan. Tidak hanya LRT, tetapi juga kereta api yang dari—kita sedang melakukan juga proses elektrifikasi dari Jakarta—Cikampek, Jakarta—Sukabumi, dan Jakarta—Merak,” kata Dony Oskaria di Jakarta, Selasa (22/9).
Ia mengatakan, nantinya moda LRT ini akan terintegrasi seluruhnya, termasuk integrasi LRT dengan MRT, dan juga dengan (TransJakarta, red.) busway, sehingga akan menjadi satu kesatuan.
Dony melanjutkan Danantara pun akan membicarakan rencana pengembangan dan integrasi itu dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
“Jadi, tidak terpisah-pisah, mana yang menjadi porsi KAI, mana yang porsi JakPro, dan lain sebagainya. Ini akan menjadi satu kesatuan,” sambung Dony.
Presiden Prabowo, saat berpidato dalam acara peresmian rute baru LRT Jakarta dari Manggarai—Kelapa Gading, minggu lalu, menyatakan Danantara wajib membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melanjutkan pembangunan LRT atau Lintas Raya Terpadu.
Di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria, kemudian Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto.
Baca:Presiden Prabowo Instruksikan Danantara Bantu Proyek LRT Halim-JIS



