
Dirut KAI Bobby Rasyidin Batalkan Impor Kereta Bekas Jepang, Ada Apa?
Jakarta – Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin membatalkan rencana impor kereta bekas dari Jepang. Ia menekankan akan memanfaatkan kereta baru produksi dalam negeri.
“Nggak ada, kita nggak impor bekas. Pokoknya buat rakyat harus yang baru,” kata Bobby Rasyidin di Jakarta, Kamis (5/11).
Bobby mendukung produksi dalam negeri. Kalaupun ada pihak luar, ia mendorong harus ada kerja sama dengan dalam negeri.
“Salah satunya mungkin sebagian INKA. Wajib mendukung industri dalam negeri. Luar negeri harus kerja sama dengan dalam negeri gitu ya,” ujarnya.
Bobby menyebut KAI kini membutuhkan 23 rangkaian kereta api. Ia menargetkan kebutuhan itu akan terpenuhi dalam 2 tahun.
“Banyak, jadi ada 8 yang urgent kemudian total 23 trainset,” ujarnya.
“Kita akan percepat 2 sampai 3 tahun 23 trainset baru,” lanjut Bobby.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mengajukan rencana pengadaan kereta rel listrik (KRL) bukan baru atau bekas asal Jepang untuk menambah armada KRL Jabodetabek. Usulan tersebut disampaikan Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dalam rapat bersama Komisi VI DPR dan mendapat persetujuan.
Baca:Operasional KRL Jabodetabek, Indonesia Impor Puluhan Kereta Bekas Jepang



